RSPP Betun Belum Melayani Operasi Katarak

RSPP Betun belum memiliki peralatan kesehatan untuk penyakit mata sehingga dokter spesialis mata juga belum disiapkan.

RSPP Betun Belum Melayani Operasi Katarak
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie 

RSPP Betun Belum Melayani Operasi Katarak

POS-KUPANG.COM| BETUN---Rumah Sakit Penyengga Perbatasan (RSPP) Betun, Kabupaten Malaka belum bisa melayani pemeriksaan dan operasi katarak karena belum memiliki dokter spesialis penyakit mata dan peralatan kesehatan untuk mata.

Masyarakat hanya bisa dilayani pemeriksaan penyakit dalam oleh dokter spesialis dan apabila hasil pemeriksaan dokter dinyatakan positif katarak, maka pasien yang bersangkutan dirujuk ke Kupang. Sebab hanya di Kupang yang memiliki dokter spesialis mata dan perlatan lengkap.

Hal itu dikatakan Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie kepada Pos Kupang.Com, saat dikonformasi, Senin (15/7/2019).

Menurut Oktelin, RSPP Betun belum memiliki peralatan kesehatan untuk penyakit mata sehingga dokter spesialis mata juga belum disiapkan.

Tahun 2020, manajemen RSPP Betun akan melakukan pengadaan peralatan kesehatan untuk penyakit mata. Setelah peralatan sudah lengkap baru didatangkan dokter spesialis.

"Sesuai arahan pak bupati kita perlu siapkan peralatan terlebih dahulu. Tahun 2020 kita pengadaan alat. Setelah alat ada baru dokter spesialis mata kita siapkan. Karena kalau dokter ada, terus peralatan tidak ada, dokter mau kerja bagimana," tutur Oktelin.

Menurut Oktelin, selama ini RSPP Betun fokus mempersiapkan lima dokter spesialis dasar sebagai prasyarat bagi rumah sakit tipe C. Dan saat ini, kelima dokter spesialis dasar itu sudah terpenuhi.

Oktelin menambahkan, keterbatasan jumlah dokter spesialis mata bukan hanya masalah di kabupaten tetapi juga di tingkat provinsi. Kondisi ini menyulitkan pemerintah provinsi dalam mendiatribusikan dokter spesialis mata. Hal ini mesti ditangani langsung Kementerian Kesehatan agar dalam mendistribusikan dokter spesialis mata bisa merata di seluruh Indonesia.

Jemaat Efrata Siumate Rindukan Gereja Baru, Begini Kisahnya

Pemprov NTT Ingin Agar Semua Tenaga dari NTT keluar Negeri Harus Berkompeten

DPRD NTT Apresiasi Sejumlah Festival yang Digelar Pemerintah

Suku Nataia di Nagekeo Tetap Lestarikan Adat dan Budaya, Ini Yang Mereka Lakukan

Meski demikian, lanjut Oktelin, Bupati Malaka, Stefanus Bria sangat serius menangani kesehatan sehingga Bupati meminta manajemen rumah sakit agar tahun 2020 dilakukan pengadaan peralatan kesehatan mata. Setelah peralatan sudah lengkap baru disiapkan dokter spesialis mata. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved