Romo Amance Sambut Murid Baru SMPK St. Yoseph Naikoten dengan Pantun

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik St. Yoseph Naikoten, Kota Kupang, Rm. Amance Ninu, Pr, menyambut peserta didik baru dengan pantun

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Kepala SMPK St. Yoseph Naikoten saat memperkanalkan sejarah berdirinya SMPK St. Yoseph Naikoten kepada peserta didik baru di halaman sekolah tersebut, Senin (1572019). 

Romo Amance Sambut Murid Baru SMPK St. Yoseph Naikoten dengan Pantun

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik St. Yoseph Naikoten, Kota Kupang, Rm. Amance Ninu, Pr, menyambut peserta didik baru di sekolah itu dengan pantun.

Mengenakan jubah putih ia tampil semangat dan ekspresif di hadapan siswa-siswi baru yang duduk rapi di halaman SMPK St. Yoseph Naikoten, Senin (15/7/2019).

Menariknya deretan pantun yang membuat para siswa-siswi riang gembira itu, ia lontarkan secara spontan, sambil berjalan ke sana ke mari. Salah satu pantun yang lontarkan berbunyi, "Anak mama makan ubi, ubi sisa ada di gigi, Romo sampaikan berkali-kali, I love you bertubi-tubi".

Pantun tersebut sontak membuat siswa-siswi berteriak dan tertawa terpingkal-pingkal. Mereka juga tampak memancarkan ekspresi heran karena melihat Romo Amance, tak kehabisan ide melontarkan pantun-pantun jenaka.

Pertemuan siswa-siswi baru itu merupakan bagian dari Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Romo Amance memperkenalkan profil SMPK St. Yoseph Naikoten cara yang sederhana dan menghibur.

Ia menjelaskan, SMPK St. Berdiri pada tahun 6 Januari 1966 atau sudah berusia 53 Tahun. Sekolah tersebut, kata dia, didirikan oleh seorang awam Katolik bernama Yosep Jogo.

Enam Ekor Komodo Dilepas di Pulau Ontoeloe Riung Kabupaten Ngada

"Kita jangan melupakan sejarah, seperti pesan Bung Karno. Itulah mengapa menceritakan kepada kalian, siswa-siswa baru ini sejarah SMPK St. Yoseph Naikoten," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sekolah yang bernaung di bawah yayasan Swastisari ini sudah menghasilkan banyak orang-orang yang hebat. Tidak saja berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, tetapi juga berkarakter.

Menurutnya SMPK St. Yoseph Naikoten merupakan rumah bagi siswa-siswi sehingga sekolah punya kewajiban menciptakan lingkungan, suasana dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa-siswi.

Dinkes Sumba Barat Bekerjasama Dengan Sumba Foundation Gelar Operasi Katarak Gratis

Sebagaimana mana tertera di tugu di halaman depan sekolah, 'Caritas, Fides, Sapientia', SMPK St. Yoseph Naikoten tidak hanya menjadi tempat memperkaya siswa-siswi dengan ilmu, tetapi memberikan kenyamanan, cinta dan iman.

Sementara itu, Xaverius Gaja, Ketua Panitia PLS yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menjelaskan rangkaian PLS SMPK St. Yoseph Naikoten akan ditutup dengan kegiatan kunjungan ke sejumlah Panti Asuhan di Kota Kupang. "Ini salah satu kegiatan yang rutin yang kita adakan setiap tahun dalam masa PLS," ungkapnya.

Lanjutnya, kegitan PLS tersebut berlangsung selama tiga hari, dimulai hari ini, Senin (15/7/2019). Hari ini, kata dia, siswa-siswa akan diajak mengenal profil sekolah, lingkungan, para guru dan pegawai, kurikulum, tata tertib dan spiritualitas sekolah.

VIDEO: NTT Urutan Ketiga Provinsi Termiskin di Indonesia. Lho Kenapa?

Hari kedua, lanjutnya, siswa-siswa mendapat materi tentang pengembangan diri, bakat, minat, baris berbaris dan upacara bendera.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved