Wabup Marianus Sebut Suku Nataia Membangun Kekayaan Jiwa

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menyebutkan Suku Nataia di Kabupaten Nagekeo membangun sebuah kekayaan jiwa.

Wabup Marianus Sebut Suku Nataia Membangun Kekayaan Jiwa
POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, saat ikut Festival 101 Dhongi Koti yang digelar oleh Suku Nataia 

Wabup Marianus Sebut Suku Nataia Membangun Kekayaan Jiwa

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menyebutkan Suku Nataia di Kabupaten Nagekeo membangun sebuah kekayaan jiwa.

Kekayaan jiwa dibangun oleh Suku Nataia adalah mampu merawat, menjaga dan melestarikan budaya atau kearifan lokal di era modern.

Even Etu (tinju adat) dan Festival 101 Dhongi Koti (permainan gasing) menjadi satu diantara cara memberikan ucapan syukur kepada sang pemberi kehidupan atas hasil panen selama setahun dan itu merupakan membangun sebuah kekayaan jiwa yang mesti diberi apresiasi.

"Kita sungguh bergembira. Suku Nataia membangun sebuah kekayaan jiwa. Untuk bersyukur atas hasil panen. Mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang menganugerahkan kepada Suku Nataia atau kehidupan yang boleh hari ini kita semua orang Nagekeo nikmati. Itu sebuah ketulusan Suku Nataia. Pemda Nagekeo turut bahagia. Acara ini sangat luar biasa dan harus tetap dilestarikan," ungkap Wabup Marianus, disela-sela acara Dhongi Koti Festival Atraksi 101 Gasing pada Even Tinju Adat (Etu) Nataia di Kampung Nataia Boanio Desa Olaia Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Sabtu (13/7/2019).

Wabup Marianus mengatakan kegiatan yang dilaksanakan itu menjadi ajang untuk membangun kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan antara sesama. Karena yang hadir dalam tersebut tidak hanya orang Suku Nataia tapi juga orang dari luar Kabupaten Nagekeo.

Salmafina Pindah Agama, Video Ini Taqy Beberkan Semua Kelakuan Tak Termaafkan oleh Bekas Istrinya

Artinya, Suku Nataia memberikan contoh bahwa hubungan tali persaudaraan tidak hanya di Nataia tapi diluar Suku Nataia. Ini memang sangat luar biasa dan menjadi ajang memupuk tali persudaraan.

"Waktu Etu tadi saya melihat, bukan orang kita Nagekeo saja yang datang. Tapi ada dari Ende dan Ngada ini mau menunjukan lintas wilayah yang penuh persaudaraan. Orang Nataia tidak hanya orang Nataia saja tapi beragam," ujar Marianus Waja.

Wabup Marianus mengatakan atas nama pemerintah Nagekeo dirinya memberikan apresiasi kepada Suku Nataia yang sudah melaksanakan acara besar itu.

TGB Unggah Pertemuan Jokowi-Prabowo, Ustadz Yusuf Mansur: Sudahlah, UAS: Yang Indah Perlu Waktu

Etu merupakan tradisi adat dan Dhongi Koti merupakan permainan rakyat yang terus dilestarikan. Karena lewat even itu akan menjadi wadah membangun dan memupuk tali persaudaraan.

"Pemda Nagekeo memberikan apresiasi hal ini. Kami tidak membalas. Kita sungguh berharap kecerdasan spiritual yang diwujudkan dalam kegiatan ini. Tidak ada orang yang cerdas kalau ia tidak bersykur atas pemberian orang tua. Hukum alam tertinggi yaitu orangtua. Maka kita harus melestarikan budaya nenek moyang. Suku Nataia mengumpulkan harta kekayaan jiwa. Orang Nataia semua memberikan makan semua orang yang hadir, keluarga besar Nataia sudah memberikan contoh bahwa kekayaan jiwa ini harus kita pupuk terus," ungkapnya.

Sementara Ketua Suku Nataia, Patrisius Seo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung even Etu dan Festival 101 Dhongi Koti.

Ia mengaku even yang digelar merupakan suatu bentuk pelestarian adat dan budaya Suku Nataia yang sudah diwariskan oleh nenek moyang dari turun temurun.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved