Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan 11 Juli 2019:Apakah Benar Anda Punya Cinta?

Tuhan Yesus sendiri mengingatkan agar murid-murid dan kita semua untuk saling mengasihi dalam Injil Yohanes 13:31-35.

Renungan Harian Kristen Protestan 11 Juli 2019:Apakah Benar Anda Punya Cinta?
DOK PRIBADI
Pendeta Messakh Dethan 

"Mama jujur saja, tentu saja bapak kawin lagi, tetapi itu demi anak-anak, nanti siapa yang urus mereka".

Itu yang terutama. Tetapi sampingan saja adalah biar ko ada orang yang urus bapak. Apakah mama tega biarkan mama pung cinta merana sebatang kara ko? HEHEHEHEHEH!!!!!!

Kembali ke point tadi, kita semua membuhtukan cinta dan itu semua kita rasakan pertama-tama dalam keluarga kita. Dalam istilah orang Yunani cinta semacam ini disebut cinta philia.

Cinta orang tua pada anak-anaknya, cinta antar keluarga. Sifat dari cinta semacam ini adalah rasa aman dan terlindung. Orang tua mengasihi dan melindungi anaknya.

Orang tua memelihara dan merawat anaknya dalam segala kekurangan dan keterbatasan yang ada. Cinta philia seperti ini penting karena dengan itu kita menjadi kuat.

Kasih persaudaraan antar anggota keluarga tentu sangat penting, dan masing-masing orang punya kenangan tersendiri waktu masih kecil.

Saya kutip kata-kata istri saya yang bilang begini (yang sebetulnya dia kutip dari kata-kata bijak orang Rote Purba):

hubungan kasih dan tali persaudaraan antar keluarga atau saudara bagaikan air yang mengalir, walau dipotong dengan parang, dia tidak akan pernah putus.

Jadi kalau Anda punya saudara kasihilah dia, janganlah membuang dia. Orang bijak bilang tidak ada yang lebih penting dari pada seorang manusia untuk merasakan rasa aman dan damai selain di dalam keluarganya sendiri.

Saya rasa dalam hubungan dengan ini benar kata mutiara orang Jerman "Nichts ist wichtiger für einen Menschen als die Geborgenheit in einer Familie zu spüren"

(tak ada yang lebih penting dari seseorang untuk merasakan keamanan dan kenyamanan selain dalam keluarganya).

Model cinta yang mirip dengan ini adalah kasih persahabatan dengan sesama kita.

Persahabatan terjadi karena mungkin memiliki hobi yang sama, kesukaan yang sama, sifat yang sama, tempat kerja yang sama, tujuan yang sama, etc.

Ciri dari cinta kasih seperti ini karena adanya rasa saling hormat dan percaya satu sama lain, ada tenggang rasa satu dengan yang lain, ada rasa suka membantu satu dengan yang lain.

Sebuah persahabatan tanpa saling percaya dan saling menolong adalah hampa dan sia-sia.

Orang Yunani mengenal model cinta yang lain yang disebut dengan eros, yaitu relasi atau hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang dilandasi pada rasa tertarik dan suka satu dengan yang lain.

Rasa tertarik karena senyumannya, rasa suka karena cara bicaranya, cara duduk atau berdirinya, suka pada tatapan matanya, suka pada rambutnya yang panjang, etc.

Cinta seperti ini bisa membuat orang jadi gila dan lupa daratan. Seringkali cinta seperti ini bisa mengubah seseorang dari biasanya. Coba lihat kalau seseorang sedang jatuh cinta pada seseorang.

Tingkahlakunya pasti berubah dan rada-rada aneh. Itu namanya gejala jatuh cinta, lama-lama jadi korban cinta.

Mencintai pacar kita, mencintai pasangan kita, maka kita harus rela menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kita.

Banyak kebiasaan aneh pasangan kita yang bisa saja pada waktu pacaran tidak nampak, tetapi setelah menikah baru mulai ketahuan satu-satu. Betul tidak? Hanya Tuhan dan pembaca yang budiman yang tahu.

Ada cerita lucu yang saya kutip dari http://bersasi.blogspot.com/2013/02/1001-cerita-lucu-banget-ngakak.html).

Alkisah suatu hari ada dua sejoli yang lagi bermalam mingguan di teras rumah sebut saja namanya Udin dan Icih.

Udin : Cinta, kamu kentut ya?

Icih : upss...iya sayang, soalnya udah gak bisa ditahan lagi, kenapa gitu?

Udin : baunya kaya parfum import Cina

Icih : wangi banget ya?

Udin : bukan wangi cinta, tapi baunya itu yang tahan lama !!!

Icih : hehe

Kadang-kadang rasa percaya pada pasangan kita penting, tetapi kewaspadaan dan kehati-hatian juga perlu dijaga. Contohnya dari cerita dibawah ini.

Alkisah suatu kali cucu tanya pada Opanya: "Opa ni, tiap kali panggil Oma selalu dengan panggilan darling, sayang, honey.

Darling su makan ko? Sayang ada bekin apa? Atau kalau mau ajak Oma, Opa bilang Honey mau ikut ko? Opa pung romantis lai", kata cucu pada Opanya.

Sang kakek cepat-cepat berbisik pada cucunya: sssst kau diam-diam ee, jangan bilang-bilang sama Oma ee

"Ko kenapa Opa?, tanya sang cucu.

"Opa selalu panggil oma dengan darling, sayang, honey itu karena Opa sudah lupa Oma punya nama yang sebenarnya". Astaga Opa sudah pikun!!!

Kembali kepada pemahaman cinta orang Yunani. Pada prinsipnya kedua model cinta orang Yunani berkisar pada mencintai sesama dan mencintai diri sendiri.

Kita dituntut untuk tidak hanya mengasihi diri sendiri saja, tetapi juga mengasihi orang lain.

Tetapi dalam wacana Yesus mengasihi diri dan mengasihi orang lain harus punya makna keteladanan yang bersumber pada Kristus sendiri. Dan untuk itulah Yesus mengatakan:

"..Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.." (Yohanes 13:34-35).

Yang bisa menjembantani cinta pada sesama dan cinta pada diri sendiri adalah apa yang orang Yunani sebut dengan cinta Agape, yaitu yang menunjuk kepada kasih Allah kepada UmatNya dan dunia,

atau secara sederhana kasih Yesus kepada murid-muridnya dan dunia ini. Segala bentuk perwujudan cinta kita harus dibangun atau dijembatani oleh cinta agape.

Injil Yohanes mengungkapkan makna terdalam dari kata Agape ini dalam Yohanes 3:16

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (*)

Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved