180 Mahasiswa Undana Kupang KKN di Sembilan Desa di Matim
sebetulnya bagian dari pendidikan mahasiswa supaya mereka bisa belajar dengan masyarakat langsung.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Alfridus menjelaskan, hampir semua disiplin ilmu yang ada di Universitas Nusa Cena (Undana) Kupang ada keterwakilan mahasiswanya yang mengikuti kegiatan KKN ini.
Nanti setiap mahasiswa dari bidang ilmu masing-masing mereka membagi pengetahuan yang mereka sudah pelajari di bidang mereka masing-masing kepada masyarakat yang berada di lokasi KKN.
"Kami memilih wilayah Matim untuk melakukan KKN supaya ada kontribusi dari mahasiswa untuk masyarakat. Dan, Kabupaten Matim dipilih menjadi salah satu lokasi KKN kali ini," ungkapnya
Ia pun berharap melalui kegiatan KKN seperti ini bisa menjalin kerja sama antara Undana dengan Kabupaten Matim khususnya pemerintah desa.
Para mahasiswa juga bisa membantu masyarakat di pedesaan supaya mengembangkan desanya masing-masing sesuai bidang ilmu yang ditekuni oleh mahasiswa.
"Sekarang ada revolusi mental yang menjadi program pemerintah untuk itu mahasiswa juga perlu ikut campur untuk membangun masyarakat di desa salah satunya adalah melalui progran KKN seperti ini," tutur Afridus.
• Renungan Harian Kristen Protestan, 10 Juli 2019: Hikmat, Apakah Ini yang Kita Dambakan?
• Alami Luka Berat, Perawat Ini Didatangi Pria di Kamar, Begini Kondisi Terakhirnya
Sementara itu, Kordinator KKN Undana Kupang Robertus Rahman menjelaskan, kegiatan KKN yang dilakukan di Matim dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda-beda diantaranya Fisip, Hukum, Sains dan Teknologi (FST), Ekonomi Bisnis (FEB), FKIP, Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Kedokteran Hewan.(Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Aris Ninus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mahasiswa-asisten-iii-setda-matim-drs-jahang-fansi-aldus.jpg)