Tahun 2020, Sikka Manfaatkan ADD Beli Vaksin Rabies
Mengatasi kekurangan anggaran pengadaan vaksin rabies, mulai tahun anggaran 2020 pemerintah Kabupaten Sikka beli vaksi dari dana desa
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Adiana Ahmad
Tahun 2020, Sikka Manfaatkan ADD Beli Vaksin Rabies
POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Mengatasi kekurangan anggaran pengadaan vaksin rabies, mulai tahun anggaran 2020 pemerintah Kabupaten Sikka di Pulau Flores meminta 145 desa mengalokasikan Rp15 juta/desa pengadaan vaksin rabies.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka, Ir. Henki Sali, dan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Maria Margaretha Siko, M.Sc, mengungkapkan kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (9/7/2019) siang di Maumere.
“Alokasi dari APBD Sikka tahun 2019 hanya 10 ribu ampul dan bantuan pemerintah pusat 12 ribu ampul. Jumlah itu tidak cukup dengan populasi HPR sekitar 55-60 ribu ekor,” kata Hengki Sali.
Hengki Sali mengatakan, total 22 ribu ampul vaksin rabies hanya mencakup sekitar 40 persen populasi anjing. Padahal membentuk kekebalan tubuh anjing dibutuhkan dua kali vaksin atau setiap enam bulan sekali.
Meskipun keseriusan Sikka memberantas rabies harus bergerak bersama dengan sekitarnya, Flores Timur, Lembata, Ende dan Nagakeo. Lalu lintas HPR dari daerah sekitarnya sulit dipantau.
“Harus menjadi gerakan regional Flores dan Lembata. Kala hanya di Sikka saja kasusnya akan terus muncul. Kita boleh jaga di jalan, tetapi orang masuk bawa anjing lewat kebun-kebun di wilayah batas,” tandas Hengki Sali.
Sekretaris Komite Rabies Flores-Lembata, dr.Asep Purnama,SpD, setuju wacana penggunaan dana desa pengadaan vaksin anjing. Langkah demikian, kata Asep Purnama, melibatkan tanggungjawab desa secara langsung.
• Habis Vaksin Anjing Rabies di Sikka
“Kalau vaksin sudah diadakan dari dana desa, pemilik anjing akan mau anjingnya divaksin yang dibeli dengan uang sendiri. Kalau tidak digunakan, vaksin dialihkan ke desa tetangga atau desa lain yang butuh vaksin,” kata Asep.
Menurut Asep, penggunaan desa ini bisa menjawabi kekurangan pasokan vaksin dari APBD Sikka dan pemerintah pusat.
“Vaksinasi anjing harus konsisten. Tiga atau empat tahun lalu, kasus rabies posiif kurang karena karena vaksinasi dilakukan konsisten, stok vaksin cukup. Saat ini persediaan vaksin terbatas,” tegas Asep Purnama.
Asep mengakui vaksinasi anjing lebih murah dan aman dibanding menyediakan vaksin bagi korban gigitan. VAR setiap gigitan sehargab Rp 1 juta lebih dan serum hingga Rp 4 juta.
• Ganas Rabies di Sikka, 22 Kasus Gigitan Anjing Positif Rabies
“Dilema kita selama ini kasus gigitan anjing rabies makin tinggi, vaksin tidak tersedia. Ini kan fatal,” tandas Asep Purnama. (laporan wartawan pos-kupang.com,eginius mo’a)