Tahun 2019 Ada 757 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies

Sejak Januari hingga Juni 2019 Dinas Kesehatan Nagekeo mencatat sudah 757 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).

Tahun 2019 Ada 757 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies
net
ilustrasi rabies

Tahun 2019 Ada 757 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Sejak Januari hingga Juni 2019 Dinas Kesehatan Nagekeo mencatat sudah 757 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).

Dari jumlah kasus tersebut tidak ada yang meninggal dunia dan semua sudah ditangani oleh petugas kesehatan.

"Untuk tahun 2019 perJuni, kasus GHPR sebanyak 757 kasus. Tidak ada yang meninggal dunia. Dari total kasus gigitan tidak semua kasus diberi Vaksin Anti Rabies (VAR) dikarenakan stok VAR kita terbatas. Hanya kasus yang resiko tinggi saja yang di beri VAR, selain itu penanganan dengan cara mencuci luka dengan baik dan benar srta observasi anjing selama kurang lebih 14 hari (observasi anjing sbnarnya dilakukan oleh dinas peternakan)," ungkap
Konstantinus Ua, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Nagekeo, kepada POS KUPANG.COM, Selasa (9/7/2019).

Ia menjelaskan berbicara mengenai kasus rabies tidak bisa hanya berhubungan dengan dinas kesehatan saja tapi hulunya ada di dinas Peternakan.

"Dinkes hanya melayani manusia yang sudah tergigit.
Lintas sektor harus kuat. Di masyarakat kita mensosialisasikan tentang penanangan setelah tergigit," jelasnya.

Ganas Rabies di Sikka, 22 Kasus Gigitan Anjing Positif Rabies

Ia mengatakan tahun 2018 kita sudah pernah melakukan pertemuan tentang sosialisasi tatalaksana GHPR.

"Peserta yang hadir waktu itu, dinas peternakan, semua camat dan kepala Puskesmas. Namun setelah pertemuan itu tidak ada tindak lanjut. Tidak ada satu pun yang respon. Tunggu kalau sudah ada kasus kematian barulah tergopoh-gopoh turun lapangan. Intinya kerja sama belum dijalankan secara baik," paparnya.

Ia menyebutkan data yang ada di Dinkes tentang Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) tahun 2018
yaitu Kasus gigitan sebanyak 2002 kasus. Meninggal 4 orang (di Boawae, Keo Tengah, Aesesa ada dua kasus).

Habis Vaksin Anjing Rabies di Sikka

"Orang dengan diagnosa rabies berujung dengan kematian jadi tidak ada yang sembuh kalau sudah positif rabies," ujarnya.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved