Kaum Perempuan Tolak Rancangan Qanun Poligami di Aceh, Laki-laki Akan Makin Leluasa Menikah Lagi

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sedang menggodok Rancangan Qanun (Raqan) Hukum Keluarga, antara lain mengatur poligami atau istri lebih dari satu

Kaum Perempuan Tolak Rancangan Qanun Poligami di Aceh, Laki-laki Akan Makin Leluasa Menikah Lagi
Tribun Medan
Para perempuan cantik yang siap diajak nikah oleh Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho. Mereka memprotes pratik poligami yang dilakukan Gatot. 

"Selama ini kalau mau jujur poligami banyak terjadi di luar persetujuan istri. Jadi ada pemalsuan izin dll, kalau pada UU Perkawinan yang jelas mengatur ketentuan harus ada izin istri sah saja diabaikan ketentuan itu, apalagi dengan Qanun ini yang memberikan peluang boleh tanpa izin istri untuk menikah lagi. Jadi terus terang bagi saya ini hanya bentuk promosi poligami dan mengabaikan hak-hak perempuan," tegasnya.

Samsidar mengingatkan Komisi VII DPRA kalau masih banyak isu kesejahteraan sosial lainnya yang lebih krusial untuk diprioritaskan ketimbang urusan poligami.

Ia merujuk pada masih tingginya angka kasus KDRT terhadap perempuan di Aceh serta kasus kesehatan dan kemiskinan perempuan.

Pegiat anti kekerasan terhadap perempuan ini menuding raqan itu hanya akan menguntungkan pria yang memiliki kecenderungan untuk berpoligami, termasuk sejumlah elite di NAD yang diketahui berpoligami.

Karenanya dia mengingatkan konsekuensi lanjutan dari aturan ini terhadap anggaran pemerintah.

"Kalau itu sudah ada dalam qanun, maka pejabat yang beristri lebih satu, berarti harus dibiayai oleh negara juga dong. Konsekuensinya begitu karena kan ada tunjangan istri kalau di Aparat Sipil Negara (ASN), bisa jadi nanti advokasinya akan seperti itu. Nanti ini bisa merembet ke provinsi lain."

Atas sederet pertimbangan ini Samsidar mengatakan Rancangan Qanun ini harus ditolak. Dia juga mempertanyakan tidak adanya naskah akademik yang menjadi salah satu syarat penyusunan aturan hukum di tanah air.

DPRA: Kami justru hendak mempersulit poligami

Menanggapi kritik dan kekhawatiran dari kalangan perempuan ini, Wakil Ketua Komisi VII DPRA Musannif mengatakan aturan ini justru hendak melindungi perempuan dari praktik poligami yang dilakukan seenaknya oleh laki-laki.

Ia pun menampik keras tudingan raqan ini justru akan semakin mempromosikan poligami.

"Syariat Islam memang mengatur pria boleh beristri dua tiga atau empat, tapi sampai di situ dikunci, gak diteruskan. Padahal ayat selanjutnya di QS. An Nisa berbicara tentang keadilan. Jadi kita mau bicara soal keadilan, jangan cuma mau beristrinya aja 2,3,4, tapi keadilannya gak mau tahu. Akhirnya lelaki hidung belang seenaknya aja kawin siri, siapa yang jadi korban? Lagi-lagi perempuan dan anak," kata politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini.

Halaman
1234
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved