Rabu, 20 Mei 2026

Prodi Kesling Poltekes Kupang Beri Orientasi STBM Bagi PKK & Pramuka

Prodi Kesling Poltekes Kupang Beri Orientasi STBM Bagi PKK & Pramuka. Ini tujuannya

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
kegitan Orientasi STBM dan sosialisasi lima pilar STBM di di Hotel Neo dan Hotel TMore 

Prodi Kesling Poltekes Kupang Beri Orientasi STBM Bagi PKK & Pramuka

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 130 orang peserta yang terdiri dari unsur PKK, Pramuka, Faskab Sanitasi Total Berbasis masyarkaat (STBM) serta pengelola STBM dari 22 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT mengikuti kegiatan Orientasi STBM dan sosialisasi lima pilar STBM.

Selain peserta dari Kabupaten, perwakilan tim penggerak PKK dari Provinsi NTT dan juga perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT juga ikut hadir sebagai peserta.

Kegiatan ini dilakukan di Hotel Neo dan Hotel TMore pada akhir Bulan Juni 2019. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama institusi pendidikan Poltekkes Kemenkes Kupang dengan Direktorat Kesling Dirjend Kesmas Kemenkes RI.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (25-27 Juni 2019) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program STBM, sehingga para peserta dapat menjadi agen perubahan dan menjadi kader pembangunan sanitasi ditempatnya masing-masing.

Mayar Perempuan Ditemukan di Ladang Padi, Begini Penjelasan Pihak Kepolisian

Materi yang diajarkan pada pertemuan orientasi ini adalah Kebijakan Nasional tentang STBM, Konsep STBM, komunikasi dan pemberdayaan masyarakat dalam STBM, Teknik perubahan perilaku masyarkaat melalui pemicuan STBM, serta Monev pelaksnaan STBM.

Terkait pelaksnaaan teknik pemicuan perubahan perilaku dalam STBM, para peserta langsung melakukan praktek pemicuan STBM Lima Pilar. Jika selama ini, kegiatan pemicuan dilakukan pada pilar pertama saja, maka pada kegiatan oerientasi ini para peserta diperkenalkan dengan pemicuan lima pilar STBM.

Sebagaimana diketahui, lima pilar STBM tersebut meliputi Pilar 1: Stop atau Berhenti Buang Air Besar Sembarangan, pilar 2: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pilar 3 : Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, Pilar 4: Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga, dan Pilar 5: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Murid SDN Wae Mege, Olivia Nelse: Kami Sekolah Di Teras Kantor

Dalam sambutan dan arahan pembukaan Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang R.H. Kristina, SKM, MKes menyampaikan terimakasihnya kepada Direktorat Kesling Kemenkes RI, yang telah mempercayakan Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan ini, sekaligus memperkenalkan program pemerintah kepada mahasiswa melalui keikutsertaan dosen dalam kegiatan ini.

Ia berharap, kegiatan ini dapat terlaksana pada waktu yang akan datang dan juga kerja sama juga dengan jurusan atau profesi lainnya.

Selain itu, Direktur R.H. Kristina, SKM, Mkes juga mengungkapkan bahwa Poltekkes Kemenkes Kupang yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDM Kesehatan merupakan bagian dari Kementerian Kesehatan RI bertugas memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat.

Warga Motamasin Dukung Pembangunan Terminal Barang Internasional

Dukungan lainnya, juga dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Khusus untuk kegiatan pengabdian masyarakat Poltekkes Kupang salah satunya melalui Jurusan/Prodi Kesehatan Lingkungan telah melakukan berbagai kegiatan pengabdian masyarkaat melalui pengenalan teknologi sederhana dalam bidang sanitasi.

"Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi masyarkaat yang belum memiliki sarana sanitasi dasar seperti jamban. Diketahui sekitar 15% masyarakat NTT masih melakukan praktek BABS. Dengan demikian sinergitas antara institusi pendidikan dan program pemerintah dapat terus terbangun melalui kerjasama kemitraan seperti ini" ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu, MKes dalam sambutannya mengungkapkan, isu kesehatan lingkungan atau sanitasi menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian dari lintas sektor.

Begini Kondisi Pendaki yang Terjatuh di Cadas Gunung Marapiya saat Dievakuasi

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved