Headline News Hari Ini

Pemprov NTT Intervensi Budidaya Tanaman Pinang

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengaku sudah membagi anakan pohon pinang kepada masyarakat.

Pemprov NTT Intervensi Budidaya Tanaman Pinang
ISTIMEWA
Ilustrasi buah pinang 

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga membudidaya tanaman pinang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur, Yohanis Hiwa Wunu mengatakan, pihaknya akan menanam sekitar 11.000 anakan pinang di atas lahan seluas 11 hektar (ha).

Menurutnya, program pengembangan pinang bagi masyarakat Sumba Timur sudah lama ada. "Waktu saya ada, dari tahun 2000 sampai tahun 2013 itu, pada setiap tahun Dinas Perkebuan selalu ada pengembangan pinang bagi masyarakat. Memang pengembangan kebun pinang itu tidak terlalu besar hanya dari 20 sampai 30 hektar saja," terang Yohanis saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu siang.

Pinang kering
Pinang kering (POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI)

Setiap tahun, pihaknya mengembangkan dengan menanam 1.000 anakan pinang di lahan seluas 1 hektar. Setelah bergabung menjadi Dinas Pertanian dan Pangan, sejak tahun 2017 hingga saat ini pengembangan tanaman pinang masih dilakukan.

Yohanis mengatakan, banyak tanaman pinang sudah tua dan tidak produktif sehingga banyak juga yang dipotong oleh masyarakat.

Ia menyebut populasi tanaman pinang ada di wilayah Lewa, Tabundung, Pinupahar, Mahu, Paberiwai, dan Matawai La Pawu. "Wilayah-wilayah ini merupakan daerah pengembangan tanaman pinang bagi masyarakat," katanya.

Jepara Klaim Tenun Ikat Sumba Timur

Bupati Ray mengaku telah menanam 4.000 pohon pinang di lima kebun miliknya yang ada di Kota Kefamenanu dan Nuamuti. Selain itu, pada pekarangan rumah pribadinya juga ditanami pinang, ada sekitar tujuh pohon.

"Saya sudah tanam sekitar 4.000 pohon. Contoh disekitar rumah ada tujuh pohon yang saya tanam dan saat ini sudah berbuah. Di tempat yang kering tapi bisa berbuah," sebut Bupati Ray.

Ia mengatakan, apa yang dilakukannya dapat dijadikan contoh bagi masyarakat untuk budidaya pohon pinang dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Dengan demikian, untuk konsumsi sendiri tidak perlu harus mengeluarkan biaya beli buah pinang.

DPRD NTT: Tarik Tenun Ikat Tiruan

"Jadi harus memanfaatkan sisa pembangunan kamar mandi bisa ditanam pohon pinang, sehingga untuk konsumsi sendiri tidak dibeli lagi," imbuh Bupati Ray.

Bupati Ray mengaku pinang yang dikonsumsi masyarakat TTU didatangkan dari Sumatera dan Surabaya. Oleh karena itu, dia meminta dinas perkebunan untuk dapat melihat hal ini sebagai potensi pasar pinang.

Halaman
1234
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved