Masuk Sekolah, Pembeli Pinang pun Sepi

Pinang kering selalu disediakan di pasar-pasar tradisional di kota Kupang khususnya dan NTT secara umum.

Masuk Sekolah, Pembeli Pinang pun Sepi
POS-KUPANG.COM/ Thomas Mbenu Nulangi
Beberapa jenis pinang yang dijual Nurmiyati di Pasa Lama Kefamenanu, Senin (272019). 

Masuk Sekolah, Pembeli Pinang pun Sepi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pinang kering selalu disediakan di pasar-pasar tradisional di kota Kupang khususnya dan NTT secara umum.

Pinang yang disediakan didatangkan dari seberang seperti Sumatera, Aimere, Flores, Alor bahkan dari Thailand.

Penjual Pinang, Edy Misa, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, di Pasar Oeba Kupang, Rabu (3/7/2019), mengatakan dirinya hanya menyediakan pinang dari Aimere saja. Meskipun ada juga berbagai pinang dari daerah lainnya.

Kata Edy, tak ada yang berbeda. Semua rasa pinang sama saja, hanya berbeda daerah asal.

Ia mengakui tiada satu hari tanpa pembeli. Setiap hari pasti ada saja yang membeli pinang. Bila ramai maka sehari pinangnya bisa terjual hingga Rp 500.000 per hari. Tapi bila sepi dirinya mendapatkan omset Rp 300.000 per hari.

Ramalan ZODIAK Hari Ini, Saatnya Dapat Promosi, Cek Milik Pujaan Hati, Hingga Hari Kurang Baik

Pemilu 2019, KPU NTT Tunggu Surat KPU Pusat

Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal di KKP dan Bea Cukai Seret Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas

Sedangkan untuk sirih penghasilan per hari Rp 300.000, bila sepi Rp 200.000 per hari. Dalam sebulan ia biasa mengorder 100 kilogram pinang.

Menurutnya masih banyak pembeli yang mencari pinang, bahkan di malam hari pun ada yang mencarinya.

"Tapi di musim-musim seperti ini, musim masuk sekolah orang yang beli pinang sepi. Mereka bilang urus anak masuk sekolah dlo abis baru beli pinang ," tuturnya.

Seperti halnya penjual pinang di Pasar Kasih Naikoten I, Om Ten. Om Ten yang ditemui tengah mengunyah pinang ini mengakui bahwa setiap hari pinangnya pasti ada yang membeli. Hanya terkait jumlah tidak menentu.

Untuk musim seperti ini paling banyak sekira Rp 200-300 ribu per hari.

Tim Samba Unggul 2-0 Melaju ke Final Copa America, Intip Pertandingan Brasil vs Argentina

Yakobus Beli Sirih Pinang di Maunori Kecamatan Keotengah Nagekeo

Ia menyediakan pinang dari Flores dan Alor, yang dibelinya beberapa karung untuk persediaan.

"Bisa gila kalo sonde makan pinang. Saya makan satu hari hari bisa sampe enam kali, hanya tidur sa baru berhenti," katanya ketika ditanyai hobinya mengunyah pinang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved