PPDB Online tahun 2019, Pemerintah Akui Masih Ada Persoalan

Dalam proses PPDB tahap pertama yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, pemerintah mengakui masih terdapat persoalan.

PPDB Online tahun 2019, Pemerintah Akui Masih Ada Persoalan
PK/Dion Kota
Kadispora NTT, Benyamin Lola

PPDB Online tahun 2019, Pemerintah Akui Masih Ada Persoalan  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) telah dimulai pada Senin (24/6/2019). PPDB untuk SMA Negeri tersebut menggunakan sistem online.  

Dalam proses PPDB tahap pertama yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, pemerintah mengakui masih terdapat persoalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Benyamin Lola kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (27/6/2019) mengatakan bahwa dalam proses PPDB online sesi pertama yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis (24-27/6/2019) masih terdapat beberapa masalah.

Ini SMA Negeri di Kota Kupang Yang Terapkan PPDB Offline

"Dalam proses PPDB online saat ini memang ada beberapa masalah," ujarnya.

Benyamin menguraikan masalah tersebut antara lain terkait dengan pendaftar yang tidak melakukan verifikasi faktual. Selain itu, ada persoalan karena keterlambatan mendaftar meski domisili calon peserta didik dalam zonasi yang ditetapkan, ada peserta didik di luar zonasi yang memaksakan diri mendaftar online, juga administrasi kependudukan yang tidak tercover meskipun secara faktual calon peserta didik berdomisili di wilayah yang masuk zonasi.

Ia menjelaskan, terkait dengan pendaftar yang tidak melakukan verifikasi pada hari pendaftaran, hal tersebut umumnya terjadi karena mereka menunda sehingga sampai keesokan harinya gugur.

"Itu juga jadi soal , sudah daftar online, bukti pendaftaran sudah ada tetapi dia lupa melakukan verifikasi faktual sehingga ada yang seperti itu tidak bisa diakomodir," jelasnya.

MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres 2019, Ini yang Dilakukan Prabowo Subianto, Capres 02

Ia melanjutkan, ada juga yang mungkin rumahnya memang dekat dengan sekolah dan masuk zona satu tetapi terlambat mendaftar dan akhirnya tidak dapat masuk dalam sistem. Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran online hari pertama berlangsung dalam tempo cepat karena banyaknya peminat.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved