BERITA TERPOPULER - 10 Buah Tak Boleh Dimakan Mentah, Arti Nama Artis KPop dan Ayah Banting Anak

Dari sekian berita yang dipublish pos-kupang.com pagi ini, Kamis (27/6/2019), tiga berita inilah yang menempati posisi teratas dan menjadi terpopuler.

Editor: Agustinus Sape
Foto dari BBPP NTT untuk POS-KUPANG.COM
Buah tomat organik yang sudah matang 

Memasak kentang dapat mengurangi lektin, salah satu antinutrisi sebesar 50% -60%.

kentang
kentang (net)

10. Madu

Madu mentah mungkin mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak di bawah usia satu tahun, dan wanita hamil.

Ini dapat menyebabkan keracunan botulisme dengan efek samping seperti mual, muntah, dan diare.

Akibatnya, ini dapat menyebabkan kelumpuhan yang mengancam jiwa.(*)

2. Arti Nama Panggung Para Idol Kpop, Ada D.O EXO, Irene Red Velvet hingga J-Hope BTS

POS-KUPANG.COM - Bukan rahasia lagi jika para idol kpop tidak menggunakan nama asli mereka.

Rata-rata, para idol kpop ini menggunakan nama panggung mereka.

Apa kalian pernah membayangkan jika kalian disuruh untuk memikirkan nama yang keren untuk diri sendiri saat berada di panggung? Wah pasti menghabiskan banyak waktu!

Beberapa nama panggung para idol kpop ini bisa datang secara alami dalam sekejap tetapi ada juga yang memiliki alasan dan makna di balik nama belakang mereka.

Nah, kira-kira apa yah arti nama panggung para idol kpop?

Dilansir dari Kpopmap, inilah makna di balik nama panggung beberapa idol kpop

Cek this out!

1. Irene Red Velvet

Irene Red Velvet
Irene Red Velvet (SM Entertainment)

Nama Irene tentu saja sudah populer. Tapi dia tidak mendapatkan nama itu hanya karena Irene seperti nama seorang gadis yang populer.

Nama Irene tampaknya disarankan kepada Bae Joo-hyun (nama asli) karena ia memiliki kecantikan yang tak tertandingi, mirip dengan dewi perdamaian Yunani.

2. Joy Red Velvet

Joy pernah menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia memilih nama untuk dirinya sendiri karena dia ingin menjadi anggota yang selalu memiliki "sukacita".

Nama asli Jo Red Velvet adalah Park Soo-yeong.

Joy Red Velvet
Joy Red Velvet (Twitter)

3. UmJi GFriend

CEO agensinya berpikir bahwa dia terlihat lucu seperti ibu jari. Umji dalam bahasa Korea artinya ibu jari!

Nama asli dari UmJi adalah Kim Ye-won.

UmJi GFriend
UmJi GFriend (Twitter)

4. J-Hope BTS

Jung Ho-seok membuat nama panggungnya menjadi J-Hope bukan tanpa alasan. 

J-Hope mengaku ingin menjadi seseorang yang selalu memberi harapan kepada orang-orang.

Jadi ia memutuskan menggabungkan huruf pertama dari nama aslinya dengan "hope".

Jenius bukan?

J-Hope BTS
J-Hope BTS (Dispatch)

5. Solar MAMAMOO

Nama Korea-nya adalah Kim YongSun. Dia menggunakan karakter terakhir dari namanya "matahari" untuk muncul dengan nama panggung Solar.

Solar MAMAMOO
Solar MAMAMOO (Asiachan KPOP Image Board)

6. D.O EXO

Nama aslinya adalah Do Kyung Soo.

Dia menggunakan nama keluarganya Do, untuk menghasilkan D.O. Sangat cerdas!

D.O EXO
D.O EXO (Twitter)
IU
IU (Twitter)

Yang ini mungkin sederhana tetapi sangat pintar.

Nama panggung IU pada dasarnya adalah I dan U, (kamu dan saya) untuk mewakili bagaimana ia dapat terhubung dengan orang lain melalui musik.

3. Anak 2 Tahun Jadi Korban, Sang Ayah Ngamuk Saat Dengar Istrinya  Banyaknya Utang

POS-KUPANG.COM--Rasa kesal yang berkecamuk dalam diri seseorang sering mempengaruhi akal sehat.

Kisah ayah dari ayah asal Grobogan, Jawa Tengah, tidak pantas untuk ditiru.

Dia mengamuk lalu tega menghabisi nyawa anaknya berusia 2 tahun, gara gara emosi saat mendengar istrinya memiliki banyak utang

Aripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tega membanting anaknya sendiri hingga tewas.

Anak Arifin, ZT, yang masih berusia 2 tahun, meninggal dunia di tangan ayahnya sendiri.

ZT meninggal dunia pada Minggu (23/6/2019) pagi setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Grobogan.

Kejadian nahas ini bermula pada Sabtu (22/6/2019) sore.

Mengutip Kompas.com, awalnya pelaku dan istrinya, Nofiyanti (26) bertamu ke rumah tetangganya, Lasmanah (48) untuk menyelesaikan masalah utang-piutang.

Disana, pelaku mengetahui jika selama ini istrinya berutang Rp 1,8 juta.

Walau hanya berutang Rp 1,8 juta, pelaku langsung mengamuklantaran mengira utang terlalu banyak.

Padahal, mertua pelaku, Doto (60) sudah akan membantu melunasi utang sebesar Rp 1,8 juta itu.

Namun, hal itu tetap tidak diperdulikan oleh pelaku.

Tega Banting Anaknya hingga Tewas, Seorang Ayah di Grobogan Ini Malah Cengar-cengir Saat Ditangkap Polisi
Tega Banting Anaknya hingga Tewas, Seorang Ayah di Grobogan Ini Malah Cengar-cengir Saat Ditangkap Polisi (Kolase | Dok. Polres Grobogan via Kompas.com & Youtube iNews Talkshow & Magazine)

Suasana rumah duka‎ di di Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jateng, pada Minggu (23/6/2019).

Terlanjur emosi, pelaku kemudian mengangkat anaknya ZT yang sedang bermain di sampingnya.

Sambil berteriak marah-marah, pelaku langsung membanting ZT, anaknya sendiri, ke lantai rumah tetangga.

Warga yang melihat langsung kejadian itu pun langsung membawa ZT yang sudah tak sadarkan diri ke puskesmas setempat hingga dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah.

Namun sayang, nyawa ZT tak terselamatkan.

Anehnya, ayah korban sekaligus pelaku, Aripin, seakan tidak merasa bersalah akan perbuatan kejinya itu.

Seperti yang terlihat di dalam tayangan kanal Youtube iNews Talkshow & Magazine pada Selasa (25/6/2019), pelaku justru tampak cengar-cengir tersenyum lepas.

Sembari menampakan senyumnya, Aripin menceritakan alasannya membanting anaknya hingga tewas.

"Kepikiran masalah, saya kan kaget. Terganggu pikiran langsung emosi, spaneng," ucap Aripin.

Aripin (28) tega membanting anaknya sendiri yang masih berusia 2 tahun hingga tewas. Ketika ditangkap polisi, Aripin justru cengar-cengir. 
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agus Supriyadi Siswanto mengungkapkan, pelaku tega membanting anaknya sendiri lantaran emosi mendengar istrinya punya utang.

"Pelaku emosi setelah tahu istrinya punya utang. Emosinya tak terkendali hingga kemudian membanting bayinya," ungkap Agus

"Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan. Pelaku kami jerat Undang-undang Perlindungan Anak," tutup Agus. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved