Tersangka Kasus Narkoba Netes Air Mata Saat Konferensi Pers

Dua tersangka kasus penyelundupan narkoba jenis MDMA/ekstasi berinisial JSP dan AS meneteskan air mata saat konferensi pers di Mapolres Belu

Tersangka Kasus Narkoba Netes Air Mata Saat Konferensi Pers
POS KUPANG/FRANS KROWIN
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS KASUS NARKOBA -- Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing bersama Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah dan Kepala BNK Belu, Ferdinandus Bone Lau, saat konferensi pers kasus narkoba, Rabu (26/6/2019). 

Tersangka Kasus Narkoba Netes Air Mata Saat Konferensi Pers

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA- Dua tersangka kasus penyelundupan narkoba jenis MDMA/ekstasi berinisial JSP dan AS meneteskan air mata saat konferensi pers di Mapolres Belu, Rabu siang (26/6/2019).

Kedua tersangka yang berstatus suami istri ini adalah warga Negara Timor Leste. Saat ini mereka ditahan di Mapolres Belu untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Disaksikan Pos Kupang.Com, kedua tersangka mengenakan baju orange dan celana hitam. Mereka menggunakan masker di mulut lalu berdiri di belakang Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah, Kepala BNK Belu, Ferdinandus Bone Lau yang saat itu memberikan keterangan pers.

VIDEO: Suami Istri Ditangkap Polisi Saat Selundupkan Narkoba dari Timor Leste

Keduanya diapiti dua anggota Polres Belu bersenjata lengkap.

Saat Kapolres Belu menjelaskan kronologis kasus tersebut, kedua tersangka terlihat hanya tunduk, raut wajah mereka muram. Tampak tersangka perempuan berinisial AS meneteskan air mata begitu juga dengan tersangka inisial JSP.

Kapolres Belu sempat menanyakan kondisi kesehatan kedua tersangka. Keduanya mengaku kondisi sehat.

Ketika ditanya wartawan, tersangka JSP mengaku baru pertama kali menjadi kurir narkoba untuk diselundupkan ke Indonesia. Ia dibayar 200 dolar per hari sebagai uang makan dan operasional.

Kementrian PDT Gelar Pelatihan Bagi Pelaku UKM di Kabupaten Ende

Menurut JSP, ia pertama kali bertemu dengan orang Filipina di Timor Leste. Orang Filipina yang bekerja sama dengan dia adalah seorang bisnismen ekspor impor di Timor Leste. Ia dibayar untuk menyelundup narkoba ke Indonesia yang daerah tujuan utama adalah Kupang.

Setelah mendapat barang haram tersebut, ia mengajak istrinya ke Kupang melalui PLBN Motaain. Ia menipu istrinya bahwa tujuan mereka ke Kupang untuk menjual printer. Setelah menjual printer mereka akan membeli cicin nikah.

Ajakan tersebut dituruti istrinya sehingga keduanya berangkat dari Timor Leste, Rabu (29/5/2019) menuju Kupang melalui jasa angkutan travel. Namun saat tiba di PLBN, keduanya tertangkap petugas Bea Cukai Atambua karena diduga membawa narkoba.

Ini Menfaat Dari Pelatihan Bagi UKM Di Ende

Dari hasil penyelidikan polisi, jumlah narkoba jenis ekstasi yang dibawa tersangka sebanyak 4.874 butir.
Tersangka membawa barang haram tersebut dengan cara dibungkus menggunakan kemasan plastik warna hitam dan dimasukkan ke dalam sebuah printer. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved