Kapolres TTU Benarkan Adanya Kasus Kecelakaan Lalu Lintas yang Menewaskan Pelajar 13 Tahun

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dengan kasus kecelakaan lalu lintas di perbatasan

Kapolres TTU Benarkan Adanya Kasus Kecelakaan Lalu Lintas yang Menewaskan Pelajar 13 Tahun
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kapolres TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H, SIK, MH. 

Kapolres TTU Benarkan Adanya Kasus Kecelakaan Lalu Lintas yang Menewaskan Pelajar 13 Tahun

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dengan kasus kecelakaan lalu lintas di perbatasan RI-RDTL yang menewaskan seorang pelajar yang berumur 13 tahun.

"Betul, kami sudah menerima laporan terkait dengan terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang pelajar meninggal dunia," kata Krisna kepada Pos Kupang di Mapolres TTU, Selasa (25/6/2019).

Krisna mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait denga kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang baik itu terhadap para saksi maupun juga pemeriksaan terhadap korban.

Antisipasi Kelangkaan Disperindag Ende Evaluasi Penyaluran Minyak Tanah

"Masih kita lakukan penyelidikan, karena kejadiannya baru kemarin. Kita masih meminta keterangan dari saksi dan korban yang melihat dan mengalami kecelakaan itu," ujarnya.

Krisna menjelaskan, penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas karena out of conterol. Hal tersebut karena yang mengendarai sepeda motor adalah anak pelajar yang tidak menggunakan helem.

Krisna mengatakan, sebenarnya, jajaran Polres TTU telah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada sekolah dan siswa melalui program polisi pelajar peduli kamtibmas, dimana setiap hari senin seluruh perwira dan anggota hadir di sekolah-sekolah.

BREAKINGNEWS: Pelajar 13 Tahun di TTU Tewas Usai Tabrakan Maut di Perbatasan RI-RDTL

"Jadi mereka hadir untuk memberikan himbauan agar tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah dan membudayakan penggunaan helm," ujarnya.

Krisna berharap, peran aktif dari orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama dengan polres TTU melakukan pelarangan penggunaan sepeda motor ke sekolah serta mewajibkan penggunaan helm.

"Jadi kita minta sekolah supaya melarang siswanya ke sekolah menggunakan sepeda motor dan mewajibkan siswanya gunakan helm bagi semua pengendara sepeda motor kapanpun dan dalam kegiatan apapun," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved