Kepala SMA Kristen Mercusuar Dukung Penerapan PPDB Dengan Sistem Zonasi

Kepala SMA Kristen Mercusuar Kota Kupang Dukung Penerapan PPDB Dengan sistem zonasi

Kepala SMA Kristen Mercusuar Dukung Penerapan PPDB Dengan Sistem Zonasi
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang, Drs. Soleman Dapa Taka, MA 

Kepala SMA Kristen Mercusuar Kota Kupang Dukung Penerapan PPDB Dengan sistem zonasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Penerimaan Peserta Didik Baru sekolah menengah pada tahun 2019 kembali dilaksanakan menggunakan sistem zonasi.

Pelaksanaan kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan dijabarkan dalam Surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 3 tahun 2019 tentang penerimaan peserta didik baru.

Sesuai dengan surat edaran tersebut, Pemerintah mengurangi kuota peserta didik baru melalui jalur zonasi dari 90% ke 80 % dari daya tampung sekolah. Untuk peserta didik dari jalur prestasi ditambah kuotanya dari 5% menjadi 15 % dari daya tampung, sedang jalur perpindahan tugas orang tua tetap 5%.

Rasakan Getaran Gempa Ada Warga Kota Kupang Mengira Kepala Mereka Pusing

Terhadap kebijakan ini, Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang Drs Soleman Dapa Taka MA menyebut, tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan peserta didik baru di sekolah swasta unggulan atau yang berkualitas.

Penerapan sistem zonasi yang dilaksanakan di sekolah negeri, menurut Soleman akan membawa efek untuk sekolah swasta lainnya yang berada dalam satu zona dengan sekolah negeri favorit.

Kepada POS-KUPANG.COM, Soleman menjelaskan bahwa setiap sekolah swasta ataupun negeri telah punya segmentasi punahnya masing masing.

Bidan di Lembata Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Kesehatan

"Saya menganggap bahwa sekolah (SMAK Mercusuar) sudah punya segmentasi peminat sendiri, jadi apapun kebijakan yang diterapkan pemerintah di sekolah negeri sepertinya tidak terlalu berpengaruh dan berdampak bagi sekolah swasta unggulan," ujarnya pada Senin (24/6/2019).

Ia mengatakan bahwa untuk sekolah swasta yang berkualitas tentu telah memiliki peminatnya sendiri.

"Hanya untuk swasta kebanyakan dampaknya cukup besar, contoh di SMAN 4 misalnya jika diterapkan sistem zonasi maka sekolah sekolah swasta sedekat bisa jadi tidak dapat siswa," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved