KM Nusa Kenari 02 Tenggelam di Perairan Alor-NTT, Ini Kronologi Lengkapnya

Musibah tengelamnya kapal motor (KM) Nusa Kenari 02 di Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan duka.

KM Nusa Kenari 02 Tenggelam di Perairan Alor-NTT, Ini Kronologi Lengkapnya
POS-KUPANG/RYAN NONG
Kapolres Alor, AKBP Patar Silalahi 

KM Nusa Kenari 02 Tenggelam di Perairan Alor-NTT, Ini Kronologi Lengkapnya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Musibah tengelamnya kapal motor (KM) Nusa Kenari 02 di Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan duka.

Hingga hari kedua setelah musibah tersebut,Minggu (16/6/2019), lima penumpang kapal yang hilang itu belum juga ditemukan.

Meski demikian, penyelidikan pihak Polres Alor telah mengungkap penyebab kecelakaan kapal milik Pemkab Alor yang dikelola Kompol Nelayan Leboli Alor tersebut.

Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM dari Kupang pada Minggu (16/6/2018) mengatakan berdasarkan penyelidikan pihaknya telah mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga orang serta lima orang hilang itu.

Patar menjelaskan, berdasarkan keterangan anak buah kapal (ABK) dalam pelayaran tersebut, sebelum kapal tersebut tenggelam kapal itu mengalami kerusakan pada mesin pompa air saat berada di Perairan Lingal. Mesin pompa air itu sempat diperbaiki oleh ABK, namun tidak bertahan sehingga menyebabkan air masuk ke dalam kapal.   

"Bahwa dalam perjalanan, tepatnya di perairan Kampung Lingal, KM Nusa Kenari 02 mengalami kerusakan pada mesin pompa air selanjutnya ABK dan nakhoda memperbaiki mesin tersebut dan mesin tersebut sempat menyala, tidak lama kemudian mesin pompa air tersebut mati lagi dan menyebabkan air masuk ke dalam perahu," katanya.

Saat air mulai masuk ke kapal, jelasnya, nakhoda mengambil inisiatif untuk mengemudikan kapal ke dekat daratan Tanjung Margeta tepatnya dengan jarak sekira 200 meter dari daratan untuk melakukan upaya penyelamatan pertama. 

"Tapi saat perahu tersebut sedang menepi ke dekat daratan, tiba-tiba bodi perahu bagian kanan dihantam gelombang sehingga perahu miring dan mengakibatkan bagian dek atas perahu terlepas," lanjut Kapolres Patar.

Ketika dek atas kapal tersebut terlepas, para penumpang yang berada di dalam perahu berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang. Namun naas, karena para penumpang yang berada di dek bagian bawah mengalami kesulitan untuk keluar karena perahu dalam posisi miring dan air sudah masuk ke dalam perahu.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved