Wisudawan Stikom Uyelindo Diharapkan Tak Berorientasi PNS

Stikom siap berkompetisi secara nasional. Apa yang sudah diraih tidak alami penurunan tetap peningkatan yang luar biasa

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Wisudawan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (Stikom) Uyelindo Kupan 

Wisudawan Stikom Uyelindo Diharapkan Tak Berorientasi PNS

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Wisudawan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (Stikom) Uyelindo Kupang sangat diharapkan untuk tidak berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat terjun ke dunia kerja nantinya. Mereka justru didorong untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan dan bukan pencari lapangan kerja.

Koordinator LLDIKTI Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT), I Nengah Dasi Astawa menyampaikan hal ini karena di era revolusi industri 4.0 ini peluang usaha di dunia digital semakin terbuka lebar.

"Tidak dapat lapangan pekerjaan, tapi kalian harus ciptakan lapangan pekerjaan. Apa yang kamu mau, itu tergantung pada kamu," pesannya saat Wisuda Sarjana dan Diploma XIII 126 Mahasiswa Stikom Uyelindo Kupang di Grand Mutiara, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Rabu (12/6/2019).

Menurut dia, pekerjaan sebagai PNS tidak menjamin penghasilan yang tinggi, sedangkan sebagai pengusaha, pebisnis dan pekerja kreatif, mereka bisa memperoleh pendapatan yang besar melebihi apa yang didapatkan oleh seorang PNS.

"Taati aturan dan kerja supaya lebih maju. Kalau tamatan Uyelindo dan nganggur tidak ada pekerjaan itu keterlaluan karena kalian punya kompetensi yang lebih," tegasnya.

Dia mendorong para wisudawan untuk mulai hidup mandiri, lepas dari tanggungjawab orangtua dan bergelut di dunia usaha serta pelbagai pekerjaan lainnya.

"Saya dorong untuk jadi universitas sesegera mungkin. Stikom sangat sehat dan berkualitas," paparnya.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda NTT, Samuel Rebo juga menekankan hal senada bahwa para sarjana yang baru dikukuhkan itu jangan berpikir dulu untuk menjadi pegawai negeri. Dia kembali bertanya kepada para wisudawan apakah ada yang ingin jadi PNS.

Ini Tujuan Kantor Bulog Kefamenanu Jual Sembako dengan Harga Murah

Orang Tua Berharap Kemitraan Sekolah dan LSM Childfund Berlanjut

"Sekarang dengan kemajuan komputer, tidak ada lagi yang ingin jadi calon pegawai negeri. Pastikan kalian ahli dan profesional dalam bidang yang dia tekuni. Masyarakat butuh inovasi teknologi yang ada dalam diri kalian.

Semua aspek kehidupan membituhkan teknologi informasi. Terbuka luas lapangan pekerjaan bagi kalian semua" tegasnya.

Dia menambahkan desa-desa di NTT juga butuh sentuhan tangan praktisi teknologi.

Di samping itu, dia mendorong agar Pada tahun 2025 Stikom Uyelindo sudah harus Go International.

"Kita tidak ingin lagi anak anak kita pergi belajar ke luar daerah. Harus bisa beri unggulan supaya banyak orang datang belajar."

Ketua Stikom Uyelindo Kupang, Marinus Lamabelawa berharap Stikom Uyelindo senantiasa dibanggakan dan dicintai masyarakat NTT. Apalagi wisuda kali ini dilaksanakan bertepatan dengan bertepatan dengan HUT Ke-19 Stikom Uyelindo Kupang.

Dia merincikan 126 wisudawan itu terdiri dari 14 lulusan Ahli Madya Komputer dari Prodi Teknik Informatika Diploma III, 23 lulusan Sarjana dari Prodi Sistem Informasi, dan 89 lulusan sarjana dari Prodi Teknik Informatika S1. Para lulusan ini akan tergabung dalam 2502 alumni.

"Ini adalah buah dari kerja keras civitas akademika Stikom Uyelindo."

Ketua Yayasan, Stikom Uyelindo, Tarisisius Tukan, menyebutkan bahwa Stikom Uyelindo akan menjadi tren perguruan tinggi berbasis IT. Optimisme ini didasarkan pada kapasitas dan kualitas perguruan tinggi yang berdiri pada tahun 2000 tersebut.

Ramalan Zodiak Hari Kamis 13 Juni 2019, Tarus Banyak Melamun, Sagitarius Bikin Wanita Terpukau

Pemkab Alor Hibahkan Tanah Untuk BASARNAS

TRIBUN WIKI : Pesona Bukit Oelbubuk, Barisan Bukti dan Kabut

"Targetnya 2024 semua dosen bergelar doktor dan mudah-mudahan bisa akreditasi A. Ini Butuh dukungan semua pihak supaya bisa meraih target ini. Stikom siap berkompetisi secara nasional. Apa yang sudah diraih tidak alami penurunan tetap peningkatan yang luar biasa," pungkasnya.

Launching SIAMIR

Pada kesempatan wisuda dan perayaan Dies Natalis Ke-19 itu, pihak Stikom Uyelindo juga melaunching aplikasi SIAMIR (Sistem Informasi Akademik Mandiri) yang adalah sebuah layanan informasi berbasis mobile web dan android yang dibangun.

Tujuanya untuk membantu mahasiswa, dosen, orang tua, alumni dan pengguna lulusan, untuk mendapatkan berbagai informasi terkait akademik, keuangan dan kemahasiswaan di STIKOM Uyelindo Kupang.

SiAmir dapat diakses melalui: www.siamiruyelindo.ac.id.

Melalui SiAmir, pengguna dapat mengisi KRS secara mandiri, melihat informasi riwayat pembayaran, jadwal kuliah, jadwal ujian, daftar nilai, membuat surat aktif kuliah, izin, dan lain-lain. Selain fitur akademik, keuangan dan kemahasiswaan, SiAmir dilengkapi dengan fitur tambahan yakni SiAmir News dan SiAmir Market.

Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Humas Stikom Uyelindo, Erna Nubatonis disebutkan bahwa
Melalui SiAmir News, mahasiswa dan dosen diberi kesempatan untuk menulis berita atau artikel secara bebas.

Artikel tersebut selanjutnya akan dipublish ke SiAmir News setelah lolos review dari Super Admin SiAmir.

Bekerjasama dengan Bidang Kemahasiswaan, penulis yang memenuhi kriteria tertentu akan mendapatkan sertifikat dan piagam penghargaan.

Kivlan Zen Minta Perlindungan ke Menhan, Menko Polhukam, hingga Danjen Kopassus, Minta Jaminan

Pria Ini Curi Senjata dan Uang Brimob Saat Kerusuhan 22 Mei, Uang Rp 50 juta Hampir Habis Dipakai

Sementara itu SiAmir Market adalah fitur yang dibangun untuk meningkatkan minat mahasiswa maupun dosen untuk berwirausahan.

Mahasiswa dan dosen dapat berwirausahan dengan menjual barang-barang tertentu secara online. Tanpa modal, tanpa tempat dan tanpa karyawan. Pengguna dapat membuka dan mengatur tokonya sendiri.

Menurut google analytics, saat ini SiAmir telah dikunjungi sebanyak 161.915 kali. Ini tentunya menunjukkan bahwa saat ini SiAmir telah lebih berpengalaman menyajikan informasi secara cepat, tepat dan akurat kepada penggunanya.

SiAmir mulai dikembangkan sejak tahun 2015 ole Emanuel Safirman Bata. Dia adalah Alumni Program Studi Teknik Informatika Strata Satu STIKOM Uyelindo Kupang angkatan 2006.

Saat ini Emanuel menjabat sebagai Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Sistem Informasi di STIKOM Uyelindo Kupang. Selama 4 tahun pengembangan, tentunya banyak hambatan yang dialami seperti serangan hacker, virus dan rendahnya kapasitas server sehingga terkadang SiAmir tidak mampu memberikan pelayanan yang maksimal.

Namun semuanya telah berhasil diatasi dengan baik. Pada tahun 2018 lalu, SiAmir telah dipatenkan oleh Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Nomor: 000107503. Selain itu ada program lainnya yang telah diciptakan oleh Emanuel yakni Sistem Informasi Keuangan Mandiri (SimKeu) yang juga telah dipatenken pada tahun yang sama.

SiAmir terus menerus dikembangkan. Terus diuji keamanan, keselamatan dan kebenaran datanya dan pada akhirnya di launching dengan resmi pada hari ini 12 Juni 2019 oleh Ketua STIKOM Uyelindo Kupang bersamaan dengan acara Wisuda ke XIII dan Dies Natalis STIKOM Uyelindo Kupang.

Saat ini, Emanuel telah mengembangkan sebuah produk baru yang diberi nama Sindi, saudara kandung SiAmir. Sindi adalah singkatan dari Sistem Presensi Mandiri.

Youtuber Tewas Saat Aksi Naik Motor Pakai Kaki, Kirim Foto 4 Jam Sebelum Celaka

Turnamen Satar Mese Cup Mendapat Apresiasi dan Dukungan dari Bupati Manggarai

Melalu Sindi, proses presensi atau pengisian daftar hadir kuliah akan dilakukan secara online dan terhubung CCTV sehingga orang tua atau pihak yang berkepentingan dapat dengan mudah memantau perkembangan kuliah mahasiswa tertentu secara realtime.

Apakah mahasiswa tersebut kuliah atau tidak? Ada di ruang kelas atau tidak? Semuanya dapat dipantau secara realtime. Saat ini Sindi belum digunakan karena sedang dalam masa pengembangan dan uji coba.

"Kita doakan akar dapat digunakan dengan penuh pada semester ganjil 2019/2020," papar Emanuel.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved