Diprotes karena Cium Tangan Jenderal TNI dan Jenderal Polisi, Begini Sikap Ustadz Yusuf Mansur
Diprotes karena Cium Tangan Jenderal TNI dan Jenderal Polisi, Begini Sikap Ustadz Yusuf Mansur
Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
Diprotes karena Cium Tangan Jenderal TNI dan Jenderal Polisi, Begini Sikap Ustadz Yusuf Mansur
POS-KUPANG.COM - Cara Ustadz Yusuf Mansur mencium tangan pada Jenderal TNI dan Jenderal Polisi mendapat protes.
Karena mencium tangan Jenderal TNI dan Jenderal Polisi dinilai merendahkan harga diri, apalagi Ustadz Yusuf Mansur dikenal sebagai tokoh ulama atau ustadz.
Namun protes ini tak membuat Ustadz Yusuf Mansur marah. Pendiri Daarul Qur'an ini justru mencapture protes tersebut, lalu mengunggahnya di akun Instagramnya @yusufmansurnew.
Ustadz Yusuf Mansur menjelaskan, cium tangan merupakan ajaran orangtuanya terhadap orang yang lebih tua dan sebagai tanda penghormatan.
"Urusan senior junior, buat saya dan turunan2 Guru Mansur Jembatan Lima, ga ada urusan ustadz atau bukan. Urusan tua muda, ga ada jg urusan ustadz atau bukan. Jadi, ketemu yg tuaan, ya cium tangan. Asyik2 aja.
.
.
Trutama sama guru2. Dosen2. Kita ini, begitu sepantaran dikit, dah ga mau bungkuk. Dah ga mau cium tangan. Jangan. Merendah aja. Gpp. Tp ya jgn dibuat2. Dinikmati aja.
.
.
Met zikir sore. Shalawatnya, tasbihnya, istighfarnya... Dibaca..." jawab Ustadz Yusuf Mansur dalam akun Instagramnya.
• SBY dan Megawati Saling Tatap dan Bersalaman, Addie MS: Mengharukan
• Surat Cinta Terakhir Ani Yudhoyono untuk SBY, AHY Ungkap Isi Pesannya yang Bikin Baper
• Doa AA Gym, Ustadz Yusuf Mansur, Tuan Guru Bajang untuk Ani Yudhoyono, Ustadz Abdul Somad?
Dalam beberapa kesempatan, Ustadz Yusuf Mansur kerap mencium tangan orang-orang yang dihormatinya.
Seperti terhadap Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Ustadz Yusuf Mansur mencium tangan ketika berjumpa dengan SBY.

Tak hanya para tokoh nasional, Jenderal TNI dan Jenderal Polri, Ustadz Yusuf Mansur juga mencium tangan saat bertemu dengan Buya Yahya.

Hukum Cium Tangan
Meskipun beda dalam dukungan Pilpres 2019 kemarin, namun tak membuat para ustadz ini pecah. Mereka justru tampak akrab dan saling canda.
Seperti yang ditampakkan dalam unggahan Ustadz Yusuf Mansur di Instagramnya @yusufmansurnew.
Pada unggahan tersebut tampak sekali keakraban Ustadz Yusuf Mansur dengan Ustadz Derry Sulaiman.
Meskipun pada Pilpres 2019 kemarin, keduanya berada pada barisan yang berbeda. Ustadz Yusuf Mansur berada di barisan Jokowi-KH Maruf Amin, sedang Ustadz Derry Sulaiman berada di barisan Prabowo-Sandiaga Uno seperti halnya Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, dan Aa Gym.
Namun keduanya tampak akrab. Keduanya bersalaman, dan saling cium tangan.
Bagi kalangan santri atau umat muslim, cium tangan ini sebagai bentuk penghormatan.
Sebagai mana disampaikan Ustadz Adi Hidayat bahwa mencium tangan terhadap guru, ustadz, orangtua sebagai bentuk penghormatan, sebagai bentuk memuliakan.
Bahkan dalam Tarmidzi disebutkan, tidaklah dua orang muslim bertemu di manapun, kapanpun, kemudian keduanya bersalaman, kecuali bila ada dosa di antara keduanya, maka Allah mengampuni keduanya sebelum berpisah.
• Ig Ustadz Yusuf Mansur Banjir Nyinyiran Netizen, UYM: Allah Bersama yang Sabar
• Ustadz Yusuf Mansur Renungi Kesalahan, Aa Gym Ajak Itikaf dan Bermunajat
• Ahmad Dhani Rayakan Ulang Tahun di Penjara, Begini Pesan Pentolan Dewa 19 Ini Kepada Anaknya
Pada unggahan Ustadz Yusuf Mansur ini, tampak Ustadz Derry Sulaiman memijat pundak Ustadz Yusuf Mansur.
Usai memijat pundak Ustadz Yusuf Mansur, mereka pun tampak akrab bercakap-cakap. Lalu, keduanya bersalaman dan saling cium tangan.
Adab Cium Tangan
Buya Yahya mengatakan, mencium tangan antara guru dan murid, antara laki-laki dan perempuan dengan perempuan ada contohnya.
Ini termasuk penghormatan dan bukan kultus.
Berikut soal cium tangan yang disampaikan Buya Yahya:
Siapa Ustadz Derry Sulaiman?
Nama Derry Sulaiman sebelum tahun 2000, ustadz dikenal sebagai pemain gitar band metal ternama Indonesia, Betrayer.
Kini, penampilannya yang metal berubah.
Ya, Derry Sulaiman telah menjadi seorang Ustaz. Rambt gimbal dan aksesoris yang mencirikan musisi pun seolah lenyap.
Ustaz Derry Sulaiman pun berganti tampilan. Ia pun mendalami kehidupannya dengan religius.
"Musik boleh metal, asalkan salat jangan ditinggal. Musik boleh tetap rock n roll, namun salat jangan molor."
(Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)
Begitu pesan Ustadz Derry Sulaiman (40) disela berbincang di peluncuran single terbarunya Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS) 2 di Neigh.Bor Coffee Spot, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019) seperti dikutip POS-KUPANG.COM dari Tribunnews.com.
Saat sebagai pemain gitar band metal ternama Indonesia, Betrayer, setiap hari, minimal 8 jam dia memainkan gitarnya. Gitar bahkan tidak pernah terlepas dari tangannya.
Musik-musik yang didengarnya pun tidak jauh dari Betrayer yang metal, mulai Slipknot sampai Metallica. Rambutnya gimbal. Selama 15 tahun ia memilih tinggal di Bali.
Dari hasil manggung bersama band, Deri Guswan Pasmona --nama asli Ustadz Derry Sulaiman-- mengantongi banyak uang. Mobil yang ia miliki juga merek ternama.
Namun semua kehidupan duniawi itu ditinggalkan Derry Sulaiman pada 19 tahun lalu.
Setelah 'dikurung' di masjid, Ustadz Derry Sulaiman mulai sering merindukan salat.
"Masuk masjid itu metode yang saya nilai efektif untuk hijrah," kata Ustadz Derry Sulaiman yang sebelumnya populer menyanyikan single Dunia Sementara Akhirat Selamanya (2015). Single itu semakin dikenal setelah menjadi soundtrack sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekkah.
Sejak keluar dari masjid itu, Ustadz Derry Sulaiman kerap merindukan Allah.
"Saya merasa hampa meski banyak duit dan populer sebagai anak band. Kebahagiaan ternyata soal ketaatan beribadah, bukan kekayaan atau popularitas," ujarnya.
(Ustadz Derry Sulaiman sebelum dan sesudah hijrah)
Lantaran intens mempelajari agama, Ustadz Derry Sulaiman sampai 'bolos' dan tidak manggung bareng Betrayer. Sejak medio 2000 hingga 2011, dia sama sekali tidak mendengar musik.
"Sampai saya pulang belajar agama dari Cina, bertemu teman-teman Peterpan, Nineball, Matta Band, mereka bertanya dan meminta saya kembali bermusik," kata Ustadz Derry Sulaiman.
Selama 11 tahun itu, Derry Sulaiman sama sekali tidak memegang gitar.
"Dulu, sebagai gitaris band profesional, minimal 8 jam saya main gitar. Kalau nggak profesional, nggak mungkin jadi gitaris Betrayer.hehe," ujar Ustadz Derry Sulaiman.
Setelah hijrah, Ustadz Derry Sulaiman mulai jarang mendengarkan musik. "Sekarang saya tak mendengar musik pun tidak masalah, karena ada Allah," ucap Ustadz Derry Sulaiman.
Mahfud MD Sindir Ulama Kagetan Yang Terjun ke Politik, Lihat Reaksi Ustaz Yusuf Mansur
Anggota Dewan Pengarah Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, memberikan pendapat soal ulama yang saat ini banyak muncul di kontestasi politik.
Hal ini disampaikan Mahfud MD saat menjadi narasumber di acara Opsi, Metro Tv, Senin (3/6/2019).
Selain Mahfud MD ada pula pendakwah Ustaz Yusuf Mansur, mantan Kepala Bais Suleman B Ponto, aktivis Nahdatul Ulama, serta cendekiawan.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud mengatakan ada sebutan 'ulama kagetan' terkait dengan situasi politik.
Hal ini bermula saat pembawa acara bertanya soal ulama yang harusnya berangkat dari Rahmatan-lil-alamin atau rahmat bagi semesta.
"Kita lihat bahwa agama Rahmatan Lil alamin harus membawa kedamaian tapi kenapa tidak semudah itu prakteknya Pak Mahfud di dalam keseharian terutama jelang pesta demokrasi 5 tahunan," ujar pembawa acara.
Mahfud lalu menerangkan soal politisi yang juga ulama di zaman dahulu.
"Ya kita harus melihat masa lalu juga, sebetulnya dulu negara ini menghadirkan politisi ulama
yang bagus-bagus, yang rahmatan lil alamin betul toleran," ujar Mahfud.
"Punya prinsip di dalam berjuang ketika dia menganggap agama itu sebagai sumber insiprasi kemudian masuk ke lembaga politik kan orangnya hebat-hebat ya."
Lalu ia menyebutkan beberapa tokoh islam yang juga masuk dalam politik.
"Tetapi begitu keputusan secara demokratis mereka bekerja bersama demi bangsa ini jadi harus ada koridor, sekarang nampaknya zero sum games ya yang menang mau menghabisi yang lain," kata Mahfud.
"Saya melihat minta maaf juga banyak sekarang ini ulama-ulama ini tidak setulus dulu, banyak 'ulama kagetan' juga," ujar Mahfud diakhiri dengan tertawa.
Terdengar pula beberapa narasumber yang juga menertawakan pernyataan Mahfud.
"Mendadak ulama gitu ya Prof?," sahut pembawa acara
Mendengar hal itu, Yusuf Mansur tampak serius mendengarkan pernyataan dari Mahfud.
Ia juga tampak menganggukkan kepalanya pelan sembari serius mendengar perkataan Mahfud.
"Kadang kala orang pakai sorban sudah dipanggil ulama," tambah Mahfud.
"Lalu kerjanya maki-maki kan ada serakang."
"Mudah-mudahan sekarang diproposionalkan lagi lah, ulama itu kan memberikan kesejukan, di pihak manapun dia berada jangan suka memaki orang-menyalahkan orang dan sebagainya."
Menurut Mahfud ulama yang ada di gerakan politik bukan hal yang baur.
"Gus Dur pernah mengatakan begini, setiap orang setiap organisasi itu sebenarnya adalah gerakan politik tetapi bukan partai politik," ujar mantan Ketua MK tersebut. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)