Berita Populer
BERITA POPULER: Jin BTS Langgar Aturan Agensi, Media Sosial Error dan Gaya Istri Ahok Puput Nastiti
BERITA POPULER: Jin BTS Langgar Aturan Agensi, Media Sosial Error dan Gaya Istri Ahok Puput Nastiti.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
"Tergantung situasi, karena pada dasarnya memberikan kebebasan juga ke media cetak, kalau kontrol media cetak di dewan pers, kalau media sosial di pemerintah," tambahnya.
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan blokir atau pembatasan media sosial akan dibuka jika memang situasi sudah kondusif.
"Tunggu kondusif ya, yang bisa menyatakan suasana kondusif atau tidak tentu dari pihak keamanan. Dari sisi intelijen dari sisi Polri dari sisi TNI, kalau kondusif kita akan buka akan fungsikan kembali fitur-fitur. Karena saya sendiripun merasakan dampak yang saya buat sendiri," ungkap Rudiantara, Kamis (23/5/2019) di Kemenko Pohukam, Jakarta.
• Gubernur NTT Akan Ambilalih KONI NTT
• Kurang Dua Jam dari Ambang Batas Pendaftaran Gugatan, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Tiba di MK
• Terkait Kapal RS Terapung - Prof. Kameo Sarankan Layani juga Pasien di Darat
Pembatasan media sosial ini rupanya berimbas kepada pedangan batik via online di Pekalongan, Jawa Tengah.
Dikutip TribunJakarta.com dari TribunJateng sejumlah pedagang batik yang memanfaatkan media sosial untuk ajang promosi dan berdagang mengeluh.
Seperti yang diungkapkan oleh Fadlan Ady Daya (31), pedagang batik di Kauman Pekalongon Timur.
Pedagang batik itu mengalami penurunan pendapatan sejak diberlakukannya pembatasan aktifitas media sosial.
"Sejak Rabu lalu saya tidak bisa meng upload foto produk ke semua sosial media dan e-commerce, hal tersebut membuat penjualan via online menurun hingga 20 persen lebih," jelasnya, Kamis (23/5/2019).
Dalam sehari diakui Fadlan, tokonya bisa menjual 15 hingga 30 potong batik di lapak online.
"Transaksi untuk Rabu lalu semua gagal karena saya tidak bisa melakukan komunikasi dengan pembeli melalui media sosial," terangnya.
Untuk berjaga-jaga, Fadlan mencoba memasang aplikasi pihak ketiga untuk mempermudahnya menembus pembatasan aktifitas media sosial.
"Untuk mengakali saya memasang aplikasi Virtual Private Network (VPN), aplikasi tersebut hanya untuk berjaga-jaga," paparnya.
Ia berharap hari ini semua media sosial bisa diakses kembali, agar pedagang batik bisa kembali melakukan promosi lewat media sosial.
"Jika down lagi sampai berhari-hari, perekonomian kami bisa lumpuh. Apalagi jelang Lebaran dan penjualan online hampir 70 persen menyangga perekonomian kami," ujarnya.
Sementara itu, Tina Rachmayanti (29), pedagang busana online asal Karangmalang Pekalongon Timur, mengaku lelah mencoba meng-upload foto maupun video dagangannya.