Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan, Jumat 24 Mei 2019
"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya". Kutipan dari salah satu bait dari teks Doa Bapa kami dalam Injil Matius 6:9-13.
Dan alam ini harus diolah untuk kepentingan bersama. Di sinilah gereja memainkan
peranannya bukan saja dalam pengertian pedagogis tetapi juga juga profetis.
Pedagogis dalam pengertian gereja mendidik umat untuk giat dan rajin dalam
mengumpulkan "berkat-berkat Tuhan" secara jujur dan adil.
Profetis dalam pengertian gereja mampu menyuarakan suara kenabiannya di tengah-tengah masyarakat dan tidak bersikap diam terhadap ketidakadilan dan korupsi;
terhadap eksploitasi alam yang berlebihan dan memperhatikan aspek ekologi dan keberlanjutannya bagi generasi berikutnya.
Gereja harus berani menyatakan bahwa alam ini, milik Tuhan dan bukan milik "Tuan Tanah", bukan milik orang tertentu, bukan milik perusahaan tertentu etc,
(dalam pengertian yang luas termasuk pengusaha besar dan konglomerat yang mempratekkan monopoli dalam masyarakat).
Tuhan Yesus mengajarkan orang beriman untuk menghindari egoisme dan kerakusan bagi diri sendiri.
Itulah sebabnya ia mengajarkan juga lanjutan dari doa Bapa Kami ini dengan berkata: ton epiousion dos hemin semeron (bahasa Yunani)
artinya Makanan kami secukupnya Kata Yunani epiousios menunjuk kepada hari ini, menunjuk kepada keberadaan pada saat ini atau eksistensi orang percaya pada saat ini.
Hal ini diperkuat lagi dengan kata Yunani semeron yang artinya hari ini atau saat ini juga. Tuhan Yesus mengajarkan orang percaya untuk meminta makanan secukupnya dan tidak berlebih-lebihan.
Itu berarti orang percaya di dalam kasih dan pemeliharaan Allah tidak perlu
merasa kuatir akan hari besok, tetapi senantiasa mengandalkan pemeliharaan Tuhan dari hari-kehari (Matius 6:34
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari").
Pengertian ini bukan hanya berlaku bagi orang perorang, tetapi juga berlaku bagi sebuah komunitas; berlaku bagi persekutuan jemaat (gereja).
Orang tidak perlu menimbun makanan dan kekayaan karena kuatir hari esok. Gereja juga tidak perlu menimbun "makanan dan kekayaan (menimbun uang kolekte di berbagai Bank) karena kekuatiran hari esok.
Saya tidak bermaksud bahwa menabung uang gereja itu tidak benar. Menabung adalah langkah yang tepat karena gereja menyimpan dan mencadangkan uang untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu di masa depan.
Akan tetapi persoalannya terletak pada kita lebih suka berbangga memiliki uang banyak di bank dari pada rela mengeluarkannya untuk membantu orang yang membutuhkan
atau untuk program-program pelayanan yang strategis terutama pelayanan diakonia yang strategis atau pemberdayaan masyarakat untuk kuat secara ekonomi di pedesaan.
Hal ini seumpama kita memiliki Roti yang berlimpah untuk bisa disimpan hingga satu bulan bahkan mungkin lebih,
sementara tetangga kita di samping rumah ada mengeluh kekurangan makanan dan terancam mati kelaparan dan kita seakan-akan tidak mau peduli kepada mereka.
Kita tidak sudi memberi dan membantunya karena kuatir perbekalan kita berkurang di hari esok.
Kita bahkan kadang lebih suka roti itu "membusuk" atau dimakan "tikus" dari pada berbagi dengan orang yang sangat membutuhkan.
Soalnya ialah kita tidak yakin bahwa apakah Tuhan masih sanggup untuk memelihara kita pada hari esok atau tidak,
kita tidak yakin apakah kita masih sanggup hidup ketika kita rela berbagi roti kita, walaupun dalam kekurangan "perbekalan".
Karena demi kekuatiran hari esok banyak gereja yang dipandang mampu justru menutup mata terhadap beban pelayanan gereja-gereja yang kurang mampu.
Semua orang siapapun dia baik secara personal maupun komunitas sebetulnya berada dalam suatu pengakuan iman yang sama
yaitu haruslah mengandalkan belas kasihan Allah dari hari ke hari dan tanpa perlu kuatir kepada hari esok dan meragukan kemahakuasaan Allah pencipta untuk memelihara dirinya maupun komunitas gerejanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mesakh-ap-dethan.jpg)