Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan, Jumat 24 Mei 2019
"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya". Kutipan dari salah satu bait dari teks Doa Bapa kami dalam Injil Matius 6:9-13.
Renungan Harian Kristen Protestan, Jumat 24 Mei 2019
Oleh: Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA
Menghindari Egoisme dan Kerakusan bagi Diri Sendiri
"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya". Kutipan kata-kata ini berasal dari salah satu bait dari teks Doa Bapa kami yang di ajarkan oleh Yesus dalam Injil Matius 6:9-13.
Teks "Doa Bapa Kami" ini menurut Udo Schnelle (lihat Udo Schnelle, Einleitung in das Neue Testament, 5 Auflage, Vandenhoeck; Ruprecht, Goetinggen 2005, hal. 269.)
merupakan bagian dari perikop besar teks Matius 5:1-7:29 dengan judul "die Bergpredigt" (bahasa Jerman artinya khotbah di Bukit).
Khotbah di Bukit dan beberapa bagian teks lainnya dari Injil Matius sebetulnya memperlihatkan atau mencerminkan etika dari Injil Matius yang menekankan
bahwa para murid dan orang percaya mampu melakukan kehendak Allah sebagai syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Injil Matius menurut Schnelle menekankan respons dan tanggungjawab manusia terhadap pemberitaan Yesus tentang "Evangeliums der Herschaft Gottes" (Bahasa Jerman artinya Injil Kerajaan Alah) bandingkan Matius 4:23; 9;35; 24:14.
Percaya kepada Yesus berarti melakukan kehendak Bapa-Nya. Sebagaimana Yesus sendiri, semua tindakanNya adalah dimengerti sebagai pemenuhan terhadap kehendak Allah (Matius 3:15),
yaitu yang bermuara pada melakukan dan mewujudkan dikaiosyne (bahasa Yunani artinya kebenaran) Allah dalam kehidupan nyata (band. Matius 5:6,10, 20; 6:1, 33; 21:32).
Tuhan Yesus menuntut para muridnya memiliki pola hidup keagamaan, yang mestinya lebih baik dari para parisi, sebagai persyaratan untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Matius 5:20, 48).
Para murid dituntut untuk menempatkan sikap etis mereka pada tindakan dan ajaran Yesus.
Sebagaimana Yesus sendiri di Getsemani (band. Matius 26:42) menggenapi Doa Bapa Kami (Matius 6:10), maka para murid dan Gereja pun mesti berserah kepada kehendak Allah.
Itulah sebabnya Doa Bapa Kami sebutulnya dapat dipandang sebagai sebuah Pengakuan Iman dalam bentuk sebuah syair doa akan kemahakuasaan Allah atas manusia dan segala ciptaanNya.
Terhadap Allah yang Maha Mulia, yang KerajaanNya tidak pernah berkesudahan Yesus mengajak para murid dan orang percaya tiba pada suatu pengakuan dan penyerahan diri sepenuhnya hanya kepada Allah
bahwa kehendak Allah yang nyata dalam kehidupa orang percaya. Kepada Dia juga hendaknya menurut Yesus kita memohon:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mesakh-ap-dethan.jpg)