Timpora di Sikka Tak Hanya Awasi Orang Asing

Tim Pengawasan Orang Asing ( Timpora) di Kabupaten Sikka Tak Hanya awasi orang asing

Timpora di Sikka Tak Hanya Awasi Orang Asing
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengenakan rompi Timpora kepada anggota Timpora kecamatan dalam persemian Timpora Kantor Imigrasi Kelas II Maumere di Hotel Pelita, Kota Maumere, Selasa (21/5/2019). 

Tim Pengawasan Orang Asing ( Timpora) di Kabupaten Sikka Tak Hanya awasi orang asing

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tim Pengawasan Orang Asing ( Timpora) tingkat kecamatan dibentuk Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere di Pulau Flores, Provinsi NTT, Selasa (21/5/2019).

Kehadiran lembaga ini tak hanya semata mengawasi aktivitas orang asing, namun juga Warga Negara Indonesia (WNI) Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural.

BREAKING NEWS: Gunakan Bom Ikan, Warga Kabupaten Kupang Ditahan Polisi

"Kehadiran Timpora bisa meminimalisir kecendrungan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kami buat aplikasi gateway, mengirim pesan SMS. Nomor SMS akan kami sediakan," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Vencentius Purwo Hendramoko, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa di Hotel Pelita Maumere.

Pembentukan Timpora, kata Hendratomoko, diamanatkan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, menyatakan Timpora harus dibentuk dari pusat sampai kecamatan.

Gubernur Laiskodat Pastikan Tahun Depan Pemprov NTT Tutup Pulau Komodo

"Kenapa harus dibentuk? Wilayah ini luas, sumber daya manusia Imigrasi terbatas hanya sampai di kabupaten. Kita kolaborasi melibatkan stakeholder yang lain manfaatkan semua sumberdaya yang ada," kata Hendratomoko.

Peresmian pembentukan Timpora dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, melibatkan utusan para camat se-Kabupaten Sikka, Kapolsek dan Danramil.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo meminta Timpora Sikka mengawasi juga aktivitas terorisme yang kemungkinan masuk di Sikka.

Pengawasan orang asing, diingatkan Roby Idong, sapaan Fransiskus Roberto Diogo, jangan disalahgunakan.

"Awasi dengan baik dan santun, namun tetap peka dan tajam," pinta Roby Idong.

Menurut Roby Idong, Kota Maumere sebelum pertumbuhan pariwisata Flores yang lumayan pesat saat ini menjadi pintu masuk utama ke Flores selain Kupang. Meski saat ini telah bergesar ke Labuan Bajo dan Ende.

"Tempo hari sebelum usaha sektor pariwisata maju seperti saat ini, orang yang datang dari luar mau ke Kelimutu harus lewat Maumere seterusnya ke flores bagian barat," ujar Roby Idong. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved