Tanggapi Masalah Internal KONI NTT, Gubernur Viktor: Yang Paling Penting Adalah Atlet

Polemik persoalan di dalam tubuh organisasi Pengprov Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (Forki) NTT masih terus berlanjut. Kali ini, tiga perguruan

Tanggapi Masalah Internal KONI NTT, Gubernur Viktor: Yang Paling Penting Adalah Atlet
Keterangan Foto/Dokumen Humas Pemprov NTT
/Perguruan KKI, Inkai dan Inkanas yang secara tegas menolak kepengurusan Fransiscus Fernando langsung mengadukan persoalan yang ada ke Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (17/5/2019) di ruang kerja gubernur di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

 

POS-KUPANG.COM-KUPANG-Polemik persoalan di dalam tubuh organisasi Pengprov Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (Forki) NTT masih terus berlanjut. Kali ini, tiga perguruan karate di NTT yakni KKI, Inkai dan Inkanas yang secara tegas menolak kepengurusan Fransiscus Fernando langsung mengadukan persoalan yang ada ke Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (17/5/2019) di ruang kerja gubernur di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Pada kesempatan itu, Ketua Inkai NTT, Abraham Paul Liyanto melaporkan secara langsung polemik yang terjadi di dalam tubuh Pengrov Forki NTT mulai dari penolakan ketiga perguruan tersebut terhadap kepengurusan Pengprov Forki NTT di bawah kepemimpinan Fransiscus Fernando hingga masalah surat yang dikeluarkan Pengprov Forki NTT yang melarang para atlet dari tiga perguruan ikut dalam kompetisi karate termasuk pada ajang O2SN dan POPDA.

Andre Koreh: KONI NTT Tidak Pernah Cuci Tangan Dalam Kasus Forki NTT

Anggota DPD RI asal NTT ini berpandangan bahwa yang paling penting dari kekisruhan dalam tubuh organisasi ini adalah prestasi atlet di level nasional dan internasional.

Dia pun meminta saran dan bantuan dari Gubernur NTT untuk segera memecahkan polemik berkepanjangan ini.

Perihal ini, dirinya juga secara pribadi akan bertemu langsung dengan Sekjen PB Forki saat ini, Raja Sapta Ervian di Jakarta guna membahas khusus masalah organisasi Forki yang terjadi di NTT.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menekankan bahwa yang terjadi ini sebenarnya adalah masalah administrasi organisasi. Masalah yang sedang diributkan ini juga penting tetapi tidak esensial.

Menurutnya, penting bagi organisasi untuk memikirkan pembinaan atlet yang berkelanjuan sehingga bisa meraih prestasi di level nasional dan internasional. Oleh karena itu, pelbagai kompetisi berjenjang harus giat diselenggarakan minimal tiga bulan sekali untuk melatih para atlet.

Presiden Joko Widodo Direncanakan Meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu-NTT

"Organisasi ribut terus tapi atlet tidak dikenal. Dimana-mana yang harus dikenal itu atletnya. Jangan serius urus organisasinya tapi tidak serius urus atletnya," tegasnya.

Perihal sengkarut masalah ini, Gubernur Viktor meminta KONI NTT untuk memfasilitasi pihak-pihak yang bertikai untuk duduk bersama dan dirinya akan hadir langsung dalam pertemuan itu guna mencari solusi yang tepat. Dia minta pertemuan diselenggarakan sebelum tanggal 26 Juli 2019 karena setelah tanggal itu dirinya akan melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah.

Secara terpisah, Ketua KONI NTT, Andre W koreh, menuturkan selama ini KONI NTT sudah fasilitasi pihak-pihak yang bertikai.

Jelang Laga Persib Bandung vs Persipura Jayapura, Ini Sesumbar Pemain Maung Bandung Kim Kurniawan

"Tidak masalah. Kami sudah fasilitasi," katanya terkait permintaan gubernur agar KONI NTT kembali mempertemukan pihak-pihak yang bertikai duduk bersama.

Di saat yang sama, Gubernur Viktor juga menyebutkan pentingnya disiplin untuk semua cabor. Dia mengeluhkan minimnya kompetisi dan pembinaan atlet yang buruk hampir di semua cabor. Oleh karena itu, pembenahan harus betul-betul dilakukan di semua cabang olahraga.

Bukan hanya itu, dia juga mengkritisi kinerja KONI NTT selama ini. Menurut dia, Ketua KONI NTT seyogyanya tidak boleh juga merangkap sebagai Ketua Pengprov cabang olahraga atau terikat secara organisasi pada terlalu banyak cabor.

Hadir dalam pertemuan ituSekretaris umum Inkanas, Ambo, Sekretaris Umum KKI NTT, Simpai Lasarus Iku, dan Husein Woda selaku Ketua MSH Kota Kupang, Putra Noman selaku Sekretaris MSH Inkai dan Ketua Harian Inkai, Marthen Johannis. (*)

/Perguruan KKI, Inkai dan Inkanas yang secara tegas menolak kepengurusan Fransiscus Fernando langsung mengadukan persoalan yang ada ke Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (17/5/2019) di ruang kerja gubernur di Gedung Sasando Kantor  Gubernur NTT.
/Perguruan KKI, Inkai dan Inkanas yang secara tegas menolak kepengurusan Fransiscus Fernando langsung mengadukan persoalan yang ada ke Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (17/5/2019) di ruang kerja gubernur di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. (Keterangan Foto/Dokumen Humas Pemprov NTT)
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved