Ustadz Abdul Somad

Aa Gym Imbau Hati-hati dalam Berbicara, Ustadz Abdul Somad Singgung Polisi Tebang Pilih

AA Gym misalnya, meminta agar semua untuk berhat-hati. Sebeb menurutnya, semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Instagram/Kolase
Aa Gym Imbau Hati-hati dalam Berbicara, Ustadz Abdul Somad Singgung Polisi Tebang Pilih 

Aa Gym Imbau Hati-hati dalam Berbicara, Ustadz Abdul Somad Singgung Polisi Tebang Pilih

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Dua ulama terkenal, KH Abdullah Gymnastiar atau yang biasa Aa Gym dan Ustadz Abdul Somad atau UAS, menyuarakan beberapa hal terkait kondisi kekinian.

AA Gym misalnya, meminta agar semua untuk berhat-hati.

Sebeb menurutnya, semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Hal itu disampaikan Aa Gym di akun Instagram miliknya @aagym, 14 Mei 2019.

"Semua hal pasti akan dipertanggungjawabkan. Di dunia saja banyak yang meminta pertanggungjawaban kita. Apalagi nanti di sisi Alloh," tulis Aa Gym.

Ia juga meminta agar setiap orang berhati-hati dalam menulis dan berbicara.

PSM Makassar Juara Grup H Piala AFC 2019 Setelah Menang Telak 3-0 Atas Lao Toyota Laos

8 Caleg Nasdem Terpilih Berpeluang Jadi Ketua DPRD TTU

"Ayo saatnya kita berhati-hati dalam bicara, menulis, merekam apapun. Juga hati-hati dalam menyebarkannya," tulisnya lgi.

Aa Gym sepertinya menyinggung beberapa kasus yang terjadi belakangan ini.

Yang terbaru adalah HS, lelaki yang berbicara lantang ingin memenggal kepala Presiden Jokowi.

HS sendiri sudah ditangkap dan menjadi tersangka.

Tidak hanya HS, polisi juga mengejar penyebar video saat HS ingin memenggal kepala presiden.

Belum lagi, kasus Andre Taulani yang juga dihujat setelah terkesan melecehkan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah acara televisi.

Sementara dalam banyak kasus, beberapa orang juga terjerat UU ITE karena menuliskan sesuatu di akun media sosial miliknya.

Istri Andre Taulani misalnya, dilaporkan ke polisi karena diduga menghina Capres Nomor 02, Prabowo Subianto.

Inilah Kesepakatan Rapat Penyelesaian Tapal Batas Matim dan Ngada

Ramalan Zodiak Hari Ini, Rabu 15 Mei 2019, Virgo Butuh Cinta, Taurus Tidak Puas, Zodiak Lain?

Postingan Aa Gym tentang imbauan untuk berhati-hati ini direspon netizen.

@asibooster_alami: Semoga kita bisa lebih menahan diri dari hal2 yang merugikan, aamiin

@rifatrasjim: Mohon maaf Kyai, gemes banget rasa dihati atas ketidak adilan. mau bertindak ditangkap polisi, mau diingatkan dengan lisan ditangkap polisi, dikritisi pake tulisan ditangkap polisi, selemah2 iman didoakan sajalah semoga Allah menunjukkan yg haq itu hag, yg bathil itu bathil. tapi lama kelamaan orang2 jadi mendiamkan apapun yg terjadi dengan sekitar selama dirinya tidak terusik

@tamy.ku: ya iyalah di dunia di mintai pertanggung jawaban ,la wong kepala Presiden mau di penggal. Ga kebayang juga kan kalau yg mau di penggal kepala orang yg Aa dukung,wah udah pasti mencak2 demo.

@marya_rahayu: Ya Bener sekarang yang kritik saja sudah di tangkap, tapi bagaimana cara kita bila melihat ketidakadilan harus kritik kemana A? Haruskah Diam saja?

@saputraherma: Kritik boleh,saran boleh tapi yang membangun yang sopan yang bisa dipertanggung jawabkan,bukan hujatan dan ajakan untuk melawan,

@muhammad_amanatulloh: Ingat ya, ini tausyah untuk SEMUA... jadi kubu A dan kubu B mendingan pada instropeksi pada diri masing masing... mumpung Ramadhan... bertobatlah kita kita semua...amiin

Tingginya Permintaan Ruang Rawat Inap, RS Siloam Kupang Tambah Kapasitas Ruangan Kelas 1 BPJS

Dorong Minat Baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belu Buat Lomba Cerita Rakyat

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad menyampaikan kepada Kapolri Tito Karnavian tentang Polri yang terkesan tebang pilih kasus.

Mengutip TribunJakarta.com, hal ini disampaikan Ustaz Abdul Somad saat bersama dengan Tito Karnavian di acara Damai Indonesiaku di tahun 2018.

Pantauan TribunJakarta.com namun Stasiun TV tvOne menanyangkan kembali di YouTube acara tersebut pada Senin (13/5/2019).

Tito Karnavian awalnya membahas kemungkinan adanya gejolak yang sama seperti negara muslim yang berada di Timur Tengah.

Ustaz Abdul Somad lalu memberikan penjelasan.

Ustaz Abdul Somad mengatakan harus ada kepastian hukum terkait persoalan yang belum pasti.

"Kepastian hukum tentang yang tidak pasti, dipastikan," ujar Ustaz Abdul Somad dikutip TribunJakarta.com, pada Selasa (14/5/2019).

Pemilu 2019 di NTT - Golkar Dapat Jatah Ketua DPRD di Empat Kabupaten

ZODIAK BESOK! Ramalan Zodiak 15 Mei 2019, Sagitarius Jangan Nikah Dulu, Virgo Perlu Meditasi

Pendakwah itu lalu berkata saat banyak yang tahu bahwa dirinya akan bertemu dengan Tito Karnavian, banyak pesan yang memintanya untuk bertanya ke Kapolri itu.

Pesan tersebut terkait penangkapan yang terkesan tebang pilih.

Namun, Ustaz Abdul Somad tak terang-terangan soal siapa yang ditangkap namun ia mengibaratkan dengan es lilin dan es kobar.

"Banyak WA yang masuk ke saya supaya minta tanya langsung ke bapak, Ustaz Somad tolong tanyakan kenapa Es Lilin ditangkap Es Kobar enggak, ini tidak bisa saya jawab," ujar Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad mengatakan seharusnya Kaporli memberikan klarifikasi dan penjelasan.

Hal tersebut demi menghindari rusaknya hubungan masyarakat dengan kepolisian.

"Dan ini musti ada dari Mabes (Polri) menjelaskan, dan kalau itu dijelaskan dengan seksama apa yang terjadi di sana ada pihak ketiga yang merusak hubungan," ujar Ustaz Abdul Somad.

"Apalagi di samping kita adalah Islam, tapi kita juga budaya Timur, budaya komunikasi yang baik, budaya Melayu, budaya adat istiadat kita malah kita lebih unik."

Mendengarkan pernyataan dari Ustaz Abdul Somad yang menjelaskan soal pertanyaannya, Kapolri Tito Karnavian hanya mengangguk.

Hal tersebut terjadi karena Tito Karnavian tak memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan dari Ustaz Abdul Somad

RSUD Ruteng Bangun Patung Ben Mboy

NasDem Dapat Kursi Pimpinan Dewan di 15 Kabupaten di NTT

Tak cuma itu Ustaz Abdul Somad lantas mendoakan agar suasana di Indonesia tetap damai.

Belum jelas ke mana arah pertanyaan Ustadz Abdul Somad kepada Kapolri Tito Karnavian.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan sedang ramai terkait dengan sejumlah kasus hukum yang menjerat beberapa tokoh.

Sebut saja misalnya, Egi Sudjana, Kivlan Zein, hingga Ustadz Bachtiar Nasir.

Bahkan Bachtiar Nasir akan dijemput paksa.

Mengutip Kompas.com Penyidik Bareskrim Polri akan menjemput paksa Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir sepulangnya ke Indonesia.

Rencananya, Bachtiar diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Pemilu 2019 di NTT - Golkar Dapat Jatah Ketua DPRD di Empat Kabupaten

Syahrini dan Luna Maya Bakal Dipertemukan Dalam Satu Panggung Live di TV, Apa yang Bakal Terjadi?

Ini merupakan panggilan ketiga dan Bachtiar berhalangan hadir karena memiliki acara di Arab Saudi.

"Hari ini dari penyidik menerima kembali informasi dari pengacaranya, yang bersangkutan tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik hari ini. Karena kebetulan ada kegiatan di luar negeri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa.

Maka dari itu, penyidik memiliki kewenangan untuk menjemput paksa Bachtiar untuk dimintai keterangan.

Dedi mengatakan, upaya tersebut tertuang dalam Pasal 112 ayat 2 KUHAP.

"Apabila kita sudah mendapatkan informasi apa yang bersangkutan sudah hadir atau sudah datang ke Indonesia, maka sesuai kewenangan penyidik yang diatur dalam KUHAP, penyidik akan melakukan penjemputan," ungkapnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan Bachtiar melarikan diri, Dedi mengatakan komunikasi dengan pengacaranya masih berjalan baik.

Penyidik, katanya, juga menilai Bachtiar masih beritikad baik.

"Komunikasi saat ini masih cukup baik dengan pihak pengacaranya dan penyidik nantinya masih menilai itikad baik dari yang bersangkutan karena yang bersangkutan sudah berkomunikasi dengan pengacara," tutur Dedi.

"Kita berharap sebagai WNI yang baik, tentunya harus taat hukum dan menghargai seluruh proses hukum yang berjalan," lanjut dia.

Terkait kasus ini, Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.

Heboh Pemecatan Ustaz Abdul Somad Diduga Karena Dukung Prabowo

Surat pemecatan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Pekanbaru beredar dan membuat heboh masyrakat.

Ustaz Abdul Somad diduga dipecat kerena mendukung pasangan capres/cawapres nomor urut 02,
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menanggapi kabar yang beredar, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Pekanbaru, Prof Akhmad Mujahidin akhirnya buka suara.

Prof Akhmad Mujahidin menyinggung soal pemberian waktu selama 14 hari.

PSM Makassar Juara Grup H Piala AFC 2019 Setelah Menang Telak 3-0 Atas Lao Toyota Laos

VIRAL Anak Perempuan ini Bagi-bagi Takjil di Masjid, Aa Gym Bilang MASYAALLOOOH.

Ustaz Abdul Somad diketahui bertemu dengan Prabowo Subianto pada Kamis (11/4/2019) silam.

Hal tersebut terekam di YouTube TV One dan kemudian tersebar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi kurang lebih 13 menit ini, UAS memberikan nasihat dan motivasi kepada
Prabowo.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas awalnya Prof Akhmad Mujahidin menjelaskan surat
yang buah heboh tersebut bermula dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ia mengatakanKASN mengirimkan surat padanya agar meminta klarifikasi pertemuan Ustaz Abdul Somad dengan Prabowo.

Surat tersebut dikirimkan pada 16 April dan diterimanya pada 2 Mei 2019.

Prof Akhmad Mujahidin menerangkan bahwa isi surat tersebut adalah untuk meminta klarifikasi,  bukan pemecatan.

"Isi suratnya, mohon rektor mengklarifikasi terkait dengan dialognya UAS dengan salah satu paslon. Itu aja sih. Tidak ada yang lain. Tidak ada pemecatan, seperti informasi yang beredar saat ini," sebut Prof Akhmad Mujahidin dikutip TribunJakarta.com, pada Kamis (9/5/2019).

Menindaklanjuti surat itu, dia mengaku sudah mencoba menghubungi Ustaz Abdul Somad untuk
diminta klarifikasi.

Namun, saat ini Ustaz Abdul Somad belum dapat dihubungi.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan! Doa Sahur dan Tiga Doa Berbuka Puasa Ramadhan 2019

Tata Cara Sholat Idul Fitri! Bacaan Niat, Hukum, hingga Yang Disunahkan dalam Sholat Idul Fitri

Ia lantas menjelaskan Ustaz Abdul Somad diberi waktu selama dua minggu atau 14 hari untuk mengklarifikasi soal pertemuannya tersebut.

"Kita tanggal 6 Mei sudah memanggil UAS. Tapi sampai sekarang WA (WhatsApp) saya enggak
dijawab, telpon enggak diangkat, gitu kan. Jadi, Insya Allah besok pagi, Kamis (9/5/2019) akan  kita panggil lagi untuk diminta klasifikasi. Kan di surat itu dikasih waktu 14 hari. Jadi besok kita  panggil lagi," sebut Prof Akhmad Mujahidin.

Dia menyampaikan, hingga saat ini Ustaz Abdul Somad masih dosen di Fakultas Ushuluddin
UIN Suska Riau.

"Ya, masih dosen. Dia itu sekarang, posisi administrasinya sedang S3 di Sudan. Selama tiga 
tahun ia akan belajar disana. Surat izin tugas belajarnya ada," jelas Prof Akhmad Mujahidin.  (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved