Tingginya Permintaan Ruang Rawat Inap, RS Siloam Kupang Tambah Kapasitas Ruangan Kelas 1 BPJS

Tingginya permintaan akan ruang rawat inap bagi pasien yang mengakses pelayanan kesehatan di RS Siloam Kupang menuntut manajemen meningkatkan kualitas

Tingginya Permintaan Ruang Rawat Inap, RS Siloam Kupang Tambah Kapasitas Ruangan Kelas 1 BPJS
POS-KUPANG.COM/ RYAN NONG
Pengguntingan pita saat peresmian ruang kelas 1 RS Siloam Kupang, pada Selasa (1452019) siang. 

Tingginya Permintaan Ruang Rawat Inap, RS Siloam Kupang Tambah Kapasitas Ruangan Kelas 1 BPJS

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tingginya permintaan akan ruang rawat inap bagi pasien yang mengakses pelayanan kesehatan di RS Siloam Kupang menuntut manajemen meningkatkan kualitas dan kapasitas ruangan. Tingginya permintaan ini terlebih datang dari para pasien yang mengakses layanan BPJS.

Kepada POS-KUPANG.COM usai acara peresmian ruangan rawat inap kelas 1 bagi para pasien BPJS yang berlangsung di lantai VI, Selasa (14/5/2019) siang, Direktur Eksekutif RS Siloam Kupang dr Hans Lie mengungkapkan, pihaknya menambah kapasitas tempat tidur dan ruangan kelas satu untuk menjawab tingginya permintaan akan ruang rawat inap bagi para pasien peserta BPJS.

“Yang mendasari kita membuka kamar kelas satu dengan fasilitas satu kamar sendiri adalah tingginya permintaan terkait ruang rawat inap kelas satu, jadi sebelumnya ruang rawat inap yang itu  dua puluh empat tempat tidur, menjadi lima puluh satu tempat tidur,” kata dr Hans.

Dandim TTS Alami Kecelakaan Tunggal Saat Jelajah Wisata, Dilarikan Ke RS Siloam Kupang

Ia mengatakan, selain dengan menambah kapasitas tempat tidur, pihak RS Siloam juga meningkatkan kualitas layanan ruangan dimana membuka kamar kelas satu yang cukup dihuni satu pasien.

“Hari ini kita resmikan ruang rawat inap yang baru sehingga kita menambah kapasitas tempat tidur dari 110 menjadi 144 tempat tidur. Kelebihannya,  kita resmikan kamar kelas satu dimana fasilitas yang diberikan adalah satu kamar sendiri, sebelumnya adalah satu kamar dua orang, sekarang pasien satu kamar sendiri,” ujar dr Hans.

Untuk fasilitas ruang kelas satu yang ditingkatkan dan diresmikan pada hari ini sebanyak 51 ruangan.

Dosen Nonmuslim Lakukan Hal Ini terhadap Mahasiswanya yang Sedang Berpuasa. Kisahnya Viral

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memindahkan ruang rawat kebidanan dan anak ke satu area tersendiri yang terdiri dari ruang kelas kebidanan kelas satu, kelas dua, kelas tiga dan kelas VIP yang letaknya bersebelahan dengan ruang anak.

Ia juga memaparkan, RS Siloam Kupang melayani pasien peserta BPJS dengan persentase yang tinggi. Pasalnya persentase pasien BPJS mencapai angka 85% dari total pasien RS Siloam Kupang.

“Jumlah pasien BPJS secara prosentase mencapai 85 %,  jadi mayoritas kita melayani pasien BPJS. Fasilitas yang kita berikan ini memang sebagian besar hampir semuanya adalah untuk pasien BPJS,” pungkasnya.

Begini 2 Doa Buka Puasa Ramadhan yang Dianjurkan oleh Ustaz Abdul Somad Lengkap Terjemahannya

Peresmian ruang kelas satu untuk pasien BPJS di RS Siloam ditandai dengan pengguntingan pita oleh Direktur Eksekutif RS Siloam dr Hans Lie, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg Dominggus Mere, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor dan perwakilan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dari pemerintah atas peningkatan pelayanan yang diberikan oleh RS Siloam, lebih khusus dalam rangka memberi pelayanan kepada para pasien atau masyarakat peserta BPJS Kesehatan.

Ia berharap agar fasilitas yang telah tersedia tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kota Kupang dan NTT pada umumnya. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved