KPK Ingatkan BUMN Waspadai Investasi dari China, Begini Tanggapan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Pihak KPK Ingatkan BUMN Waspadai Investasi dari China, Begini Tanggapan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

KPK Ingatkan BUMN Waspadai Investasi dari China, Begini Tanggapan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
KOMPAS.com/Dok. Kementerian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Menteri PUPR Basuki Hadimuljono 

Pihak KPK Ingatkan BUMN Waspadai Investasi dari China, Begini Tanggapan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengingatkan BUMN untuk mewaspadai investasi dari China. Menurut KPK, perusahaan-perusahaan China kurang mengenal sistem tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Menanggapi hal ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku, kurang mengetahui maksud kewaspadaan yang digarisbawahi KPK.

Pria Ini Ingin Penggal Kepala Jokowi Saat Geruduk KPU, Gibran Rakabuming: Sudah Dimaafkan

Hanya, kalau terkait GCG, Basuki menilai, hal itu menjadi ranah Kementerian Keuangan. "Biasanya kan kami hanya bagian kecil dari satu loan. Itu pun kami minta kalau kita sudah tender, pelaksanaannya kita kerasin," kata Basuki di kantornya, Jumat (10/5/2019).

Seperti diketahui, sejumlah proyek infrastruktur yang digarap Kementerian PUPR pada porsi viability gap fund (VGF) mengandalkan utang dari pemerintah China.

Arief Poyuono Minta Demokrat Keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur, Begini Tanggapan Sandiaga

Misalnya, proyek Tol Solo-Kertosono, Tol Manado-Bitung, dan Tol Cisumdawu. Basuki mengaku, pekerjaan konstruksi untuk proyek yang mendapat pinjaman anggaran dari China perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat untuk memastikan agar penyelesaian proyeknya dapat berjalan tepat waktu.

"Seperti di Manado-Bitung, dia yang kadang-kadang bayar kontraknya yang terlalu kecil, sehingga tidak bisa gerak. Kita harus cek di situ," ungkap Basuki.

Kondisi berbeda akan terlihat bila pinjaman diberikan dari Jepang. Menurut Basuki, Jepang lebih memiliki disiplin dan komitmen lebih tinggi dalam hal penyelesaian proyek.

Pemandangan tersebut setidaknya dapat terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek Moda Raya Terpadu (MRT).

"Kalau China ini kita harus ikut awasi secara lebih cepat. Kalau kami di lapangan pengawasannya bisa lebih cepat. Kalau Jepang dari segi kita, kita serahkan kepada Jepang, itu sudah beres," pungkas Basuki. (Kompas.com/Dani Prabowo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Basuki Sebut Investasi dari China Harus Diawasi Ketat",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved