TNI AU Gunakan Pesawat Tempur Bangunkan Sahur

Melalui akun Twitter, @_TNIAU, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyatakan akan melakukan kegiatan membangunkan sahur.

TNI AU Gunakan Pesawat Tempur Bangunkan Sahur
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Pesawat tempur T-50 Gold Eagle yang melakukan operasi Lintas Panah dan Jelajah Medan saat tiba di Apron Lanud El Tari Kupang pada Jumad (25/1/2019) sore. 

POS KUPANG.COM -- Melalui akun Twitter, @_TNIAU, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyatakan akan melakukan kegiatan membangunkan sahur.

Kegiatan itu dilakukan dengan cara menerbangkan pesawat tempur di wilayah udara beberapa kota.

Beberapa kota yang disebut akan dilintasi oleh pesawat tempur milik TNI AU adalah Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Klaten, dan Sragen.

Namun, rupanya kegiatan tersebut bukan difokuskan semata-mata untuk membangunkan sahur masyarakat yang hendak menjalankan ibadah puasa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Subdinas Penerangan Umum AU Kolonel Sus M Yuris saat dihubungi Kompas.com Rabu (8/5/2019) siang.

"Misi utama bukan membangunkan sahur, tapi maintain kemampuan terbang malam atau subuh bagi penerbang tempur TNI AU," kata Yuris.

Terbang di waktu subuh atau jam-jam sahur selama bulan Ramdhan menjadi opsi yang paling mungkin diambil sebab para penerbang tempur yang menjalankan puasa tidak diperkenankan menerbangkan pesawat di atas pukul 10.00.

"Pukul 10.00 pagi adalah batas waktu yang diberikan oleh tim medis untuk terbang di saat puasa karena lebih dari waktu itu, kadar gula darah sudah menurun dan tidak fit untuk terbang kecuali membatalkan puasa jika diperlukan," kata Yuris.

Dalam kondisi berpuasa, setelah pukul 10.00, para penerbang hanya diperkenankan untuk siap siaga operasi, tidak menerbangkan pesawat kecuali dalam kondisi darurat dan membatalkan puasanya.

"Bagi penerbang tempur Muslim, jika ingin tetap berpuasa, mereka hanya boleh standby operasi setelah pukul 10.00 pagi kecuali dalam keadaan darurat yang mengharuskan scramble," kata Yuris.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved