Breaking News:

Target Penerimaan Pajak di KPP Pratama Waingapu Pada Tahun 2019 Sebesar 355,5 Miliyar

Pihak KPP Pratama Waingapu pada tahun 2019 ini ditargetkan besar penerimaan pajak Rp 355.542.060.000

Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
Kepala Pajak Pratama Waingapu Yusuf Sarnoto (Kanan) didampingi Kepala Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal Hendra Abadi 

Target Penerimaan Pajak di KPP Pratama Waingapu Pada Tahun 2019 Sebesar 355,5 Miliyar

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Pihak KPP Pratama Waingapu pada tahun 2019 ini ditargetkan besar penerimaan pajak Rp 355.542.060.000. Target tersebut naik 22,57 persen dari realisasi tahun 2018 lalu sebesar Rp 292.402.045.516.

Kepala Pajak Pratama Waingapu Yusuf Sarnoto (Kanan) menyampaikan itu ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Rabu (8/5/2019).

Sarnoto didampingi Kepala Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal KPP Pratama Waingapu Hendra Abadi menjelaskan, untuk tahun 2019 sampai dengan bulan April 2019 ini realisasi penerimaan pajak di KPP Pratama Waingapu sudah mencapai Rp 58.837.929.161 dari target yang ditentukan sebesar Rp 355.542.060.000 itu atau sudah sebesar 16,57 persen penerimaan pajak berdasarkan Renpen 2019 sampai dengan April 2019.

Wajib Pajak Badan Biasa Melapor di Injure Time

Dikatakan Sarnoto, terkait penerimaan pajak tahun 2019 sampai dengan bulan April 2019 dengan penerimaan pajak pada tahun 2018 sampai dengan bulan April 2018. Dimana penerimaan pajak pada tahun 2018 sampai April 2018 sebesar Rp 49.409.298.536. Sedangkan penerimaan pajak tahun 2019 sampai dengan April 2019 sudah mencapai Rp 58.837.929.161.

"Kalau perbandingan dari Penerimaan tahun 2018, sampai dengan posisi per hari ini (8 Mei 2019) itu ada kenaikan 9,33%,"kata Sarnoto.

Sarnoto juga mengatakan, namun harapan untuk mencapai target itu masih ada di KPP Pratama Waingapu yang membawai empat Kabupaten yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya terkait sektor penerimaan pajak. Dimana 40 persen dari sektor Bendahara dan 60 persen dari non Bendahara.

Sektor dominan peneriman pajak di KPP Pratama Waingapu, kata Sarnoto, selain di sektor Konstruksi, juga sektor perdagangan besar terutama di perdagangan antar pulau berupa barang Komsumsi yang berasal dari luar Pulau seperti barang-barang industri komsumsi dari pulau Jawa khusus Surabaya. Demikian juga barang-barang untuk komsumsi kontruksi infrastruktur seperti semen, besi dan lain sebagainya yang berasal dari luar yakni dari pulau Jawa.

Yohan Sebut Tingkat Kepatuhan Penyampaian Pajak Anggota REI Masih Rendah

Disektor kontruksi Sarnoto juga sangat berharap di akhir tahun 2019 ini sesuai dengan APBN dan APBD itu dimana rencananya di tahun 2019 juga akan banyak proyek seperti pembangunan jalan lingkar selatan Sumba Timur dan proyek pembangunan lainya. Sehingga setelah nantinya dilakukan pelelangan tentu diharapkan dapat meningkatkan sektor pajak.

Dikatakan Sarnoto, sektor lain penyumbang pajak yang tidak kalah menarik di Sumba khususnya di Sumba Timur diharapkan adalah investasi baru pabrik tebu dari PT. MSM dimana pabriknya direncanakan akan beroperasi di tahun 2020. Pada tahun 2018 lalu, KPP Pratama Waingapu juga mendapatkan kontribusi pajak yang signifikan juga dari pabrik tebu PT. MSM itu.

"Pokoknya kontribusi pajak dari PT. MSM pada tahun 2018 lalu lumayan besar. Kita harapkan pada tahun 2019 ini juga kontrubusinya juga naik secara signifikan. Dan melalui pabrik itu pasti kita akan memperoleh pajak yang lumayan besar, yang pasti artinya punya berkontribusi pajak juga dari Indonesia Timur terutama di Sumba di KPP Pratama Waingapu,"ungkap Sarnoto.

Wajib Pajak Badan Banyak Belum Membuat Laporan Keuangan

Sarnoto juga mengharapkan, selain itu, juga dengan adanya perkembangan pariwisata di Sumba yang kini sudah sangat mengeliat.

"Saya berharap dari perkembangan pariwisata ini khususnya dari perhotelan itu juga mulai berkontribusi juga secara signifikan di Sumba. Di Sumba itu di tahun 2016 dan 2017 ada Hotel Nihiwatu yang merupakan hotel terbaik di dunia juga mempunyai kontribusi yang sangat lumayan terkait pajak, begitu juga Hotel-Hotel lain yang kini sedang berkembang di Sumba diharapkan dapat juga memberikan kontribusi pajak yang lumayan sesuai dengan kelasnya masing-masing,"Kata Sarnoto.

Sarnoto juga mengatakan pada tahun 2019, pajak untuk hotel Nihiwatu pihaknya telah menariknya untuk didaftar di KPP Pratama Waingapu yang sebelumnya terdaftar di Bali. Sedangkan untu Investasi PT. MSM di Sumba Timur sejauh ini pihaknya hanya memanfaatkan pajak lokasi dan juga kegiatan jasa yang begitu banyak. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved