Perpustakaan Nasional RI Gelar Bimtek Pacu Minat Baca dan Kreativitas Masyarakat NTT

Pihak Perpustakaan Nasional RI Gelar Bimtek Pacu Minat Baca dan Kreativitas Masyarakat NTT

Perpustakaan Nasional RI Gelar Bimtek Pacu Minat Baca dan Kreativitas Masyarakat NTT
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Suasana kegiatan Bimtek strategi pengembangan perpustakaan dan tik layanan perpustakaan di Hotel On The Rock, Kota Kupang, Senin (5/5/2019). 

Pihak Perpustakaan Nasional RI Gelar Bimtek Pacu Minat Baca dan Kreativitas Masyarakat NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perpustakaan Nasional RI mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) strategi pengembangan perpustakaan dan tik layanan perpustakaan di Provinsi NTT dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dan kreativitas masyarakat NTT.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan di Hotel On The Rock, Kota Kupang sejak hari ini, Senin (5/5/2019) hingga 10 Mei 2019. Melibatkan peserta dari dua Kabupaten di NTT, yaitu Kabupaten Belu dan Kupang.

Tanpa Surat Perintah, Pengacara Sebut Penyadapan Terhadap Romahurmuziy oleh KPK Ilegal

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dra. Nani Suryani, M. Si, Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca, mewakili Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando.

Materi Bimtek yang diberikan yaitu strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan akses Internet informasi terhadap layanan komputer, internet dan strategi advokasi perpustakaan.

Pasca Bencana Longsor di Desa Tondong Belang, Warga Ikut Misa Pemulihan

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Dra. Nani Suryani, M. Si, Muhammad Syarif Bando menjelaskan, Perpustakaan Nasional RI melaksanakan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi.

Tujuannya, memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kemampuan literasi yang meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akes informasi.

Lanjutnya, perpustakaan umum berbasis inklusi bukan hal baru dan telah diamanatkan dalam pasal 5 UU 43 tahun 2007 yang mengatur hak dan kewajiban masyarakat terhadap perpustakaan.

Ia mengatakan beberapa poin penting dari UU tersebut, yaitu, pertama, masyarakat mempunyai hal yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan.

Kedua, masyarakat di daerah terpencil, terisolasi atau terbelakang sebagai akibat faktor geografis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved