Ramadhan 2019
Empat Amalan Di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Ini empat amalan di Bulan Suci Ramadhan yang wajib kamu ketahui
Karena itu pula, Ibnul Qayyim mengatakan,
Seandainya seorang pemberi sedekah mengetahui dan melihat dengan sebenarnya bahwa sedekahnya telah sampai (ke tangan Allah) sebelum sampai ke tangan orang miskin, niscaya rasa bahagia yang dirasakan seorang pemberi sedekah lebih besar dari rasa bahagia penerima (sedekah) itu.
Keempat: ramadhan adalah bulan tobat. Rasulullah SAW berkata,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ، فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ، وَأَسْتَغْفِرُهُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai umat manusia bertobatlah kalian. Sesungguhnya aku bertobat seratus kali dalam sehari-semalam”. Bila pada hari-hari biasa kita dianjurkan bertobat. Maka, tobat di bulan Ramadhan tentu lebih baik adanya.
Mengapa tobat? Sebab manusia makhluk yang lemah. Allah memberi jalan tobat sebagai wujud kasih sayang-Nya. Bahkan Allah sangat senang dan bahagia bila ada manusia yang bertobat.
Rasulullah SAW menggambarkan kesenangan Allah SWT itu dengan bersabda, “Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya ketika ia bertobat kepada-Nya daripada (kesenangan) seorang di antara kalian yang menunggang untanya di tengah padang luas yang sangat tandus, lalu unta itu terlepas membawa lari bekal makanan dan minumannya dan putuslah harapannya untuk memperoleh kembali. Kemudian, dia menghampiri sebatang pohon lalu berbaring di bawah keteduhannya karena telah putus asa mendapatkan unta tunggangannya tersebut. Ketika dalam keadaan demikian, tiba-tiba dia mendapati untanya telah berdiri di hadapannya.” (HR Muslim).
Seringkali kita merasa bahwa dosa yang kita lakukan hanya dosa-dosa kecil saja sehingga tak diperlukan bersegera dalam bertobat. Padahal, kata Ibnul Qayyim, jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil. Lihatlah patok kayu di dermaga yang melilit tambang, ia bahkan dapat menarik kapal.
Maka, tak ada kata lain bagi kita kecuali segera bertobat. Menarik untuk mengutip Ibnul Qayyim sekali lagi.
Katanya:
“Sekiranya seorang pelaku maksiat mengetahui bahwa kenikmatan bertobat lebih dahsyat berlipat-lipat dari kelezatan maksiat, niscaya dia akan bersegera menuju tobat lebih cepat dari usahanya menggapai maksiat”
Semoga kita dapat mengisi hari-hari di bulan suci ini dengan penuh keberkahan. Amin ya Rabbal alamin.(*)