Ramadhan 2019

Empat Amalan Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Ini empat amalan di Bulan Suci Ramadhan yang wajib kamu ketahui

Editor: Adiana Ahmad
Grid.id
Puasa Ramadhan 

“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad SAW) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”. (QS An-nisa: 41)

Beliau SAW kemudian berkata, “siapa orang yang ingin membaca Alquran seperti saat diturunkan, bacalah sesuai bacaan Ibnu Umi Abdi (Abdullah bin Mas’ud)”.

Karena itulah, Khalid bin Walid, salah seorang sahabat Nabi SAW, setiap kali mengambil mushaf Alquran, ia menitikan air mata menangis seraya berkata, “Aku sibuk (hingga tak sempat membacamu) karena jihad”. Bayangkan, Khalid bin Walid menangis karena sibuk berjihad. Sementara kita?

Bagi kalangan awam, Ramadhan menjadi momen membaca Alquran, memperbaiki tilawah dan meluruskan ilmu tajwid.

Studi tentang Alquran memang selalu menarik. Contoh sederhana, tentang sejarah kodifikasi dan proses pembukuannya. Mushaf yang sampai ke tangan kita dikenal dengan istilah mushaf rasm Utsmani. Dinamakan demikian sebab kodifikasi final Alquran baru dilakukan di zaman Utsman bin Affan. Dan disebut “rasm” bukan “kitabah” karena tulisan Arab sesungguhnya adalah proses melukis, bukan menulis.

Sahabat Nabi yang lain, semisal Ibn Mas’ud (ra) sebagaimana dikisahkan di atas dan Ubay bin Kaab (ra) memiliki mushaf sendiri dengan susunan yang berbeda dari mushaf Utsmani. Ibn Mas’ud, misalnya. Dia tidak memasukkan surah “al-fatihah”, “An-Nas” dan “al-Falq” dalam daftar surah di mushafnya. Para Orientalis seperti Arthur Jeffrey (The Qur’an as a Scripture) dan Theodore Noldek, (The Origin of the Koran) menyimpulkan perbedaan mushaf Ibn Mas’ud dengan mushaf-mushaf sahabat Nabi lainnya, membuktikan ada “campur tangan kekuasaan” dalam menentukan surah-surah dalam Alquran.

Sementara, ulama Islam seperti al-Qurtubi menyimpulkan, tidak dimasukannya ketiga surah pendek itu dalam mushaf Ibn Mas’ud sebab para sahabat Nabi sudah menghafalnya di luar kepala. Lagi pula, Ibn Mas’ud (ra) adalah sahabat Nabi yang mengatakan, “aku belajar Alquran sebanyak 70 surah langsung dari Rasulullah SAW.” Jadi, Alquran yang dikodifikasi Ibn Mas’ud lebih merupakan koleksi pribadi ketimbang untuk dibaca publik.

Kedua: Ramadhan adalah bulan Qiyamul Lail.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata,

 “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari Muslim).

Maksud dari kata “qiyam Ramadhan” adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh para ulama. Pada mulanya, shalat taraweh ditunaikan sendiri-sendiri.

Rasulullah SAW khawatir, jika ditunaikan berjamaah maka hukumya akan wajib. Maka itu, beliau menunaikannya sendirian. Lalu, di zaman Umar bin Khattab, taraweh ditunaikan secara berjamaah mengingat orang-orang sudah mulai lengah untuk menunaikan taraweh karena sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Ubay bin Ka’ab salah satu sahabat Rasulullah SAW menjadi imam shalat pertama pada taraweh berjamaah di era Umar bin Khattab itu.

Biasanya, Rasulullah SAW menutup shalat tarawehnya dengan shalat witir. Ketika Rasulullah SAW ditanya, “Doa (di waktu apa) yang paling didengar (Allah)?”. Beliau SAW menjawab, “pada penghujung malam”.

Aisyah menceritakan:

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved