Pekerja di Kupang Harap Pemerintah Naikkan UMR

seiring waktu yang berjalan dan tingkat kebutuhan ekonomi yang meningkat, dipastikan bahwa dirinya akan sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Pekerja di Kupang Harap Pemerintah Naikkan UMR
KOMPAS.COM
Ilustrasi rupiah 

Pekerja di Kupang Harap Pemerintah Naikkan UMR

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Para pekerja di Kota Kupang mengharapkan pemerintah dapat menaikkan Upah Minimum Regional (UMR), Rabu (1/4/2019) malam.

Hal ini disampaikan oleh seorang Sales Adviser, IF (28) di salah satu ritel penjualan kebutuhan rumah tangga di salah pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kupang.

"Harapan UMR ditingkatkan mengingat waktu, pikiran dan tenaga kami sebagian besar yang kita pakai untuk kerja," ungkapnya mewakili sejumlah rekan kerjanya.

Dijelaskannya, selama lebih dari tiga tahun bekerja setelah menamatkan studi S1, tempat kerjanya memberikan upah sesuai UMR yang ada.

Namun, seiring waktu yang berjalan dan tingkat kebutuhan ekonomi yang meningkat, dipastikan bahwa dirinya akan sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Hari Buruh, DPRD NTT Nilai Upah Buruh Masih Diabaikan

BREAKING NEWS : Polisi Evakuasi Bangkai Motor Supra di Noelbaki

Mahfud MD dan Rizal Ramli Protes Merasa Diadu Bahas Kecurangan Pemilu

"Saat ini masih bujang, akan tetapi nanti kan kalau sudah berkeluarga ada tanggung jawab anak dan istri," papar IF yang memiliki penghasilan Rp 1.8 juta per bulan ini.

Saat ditanya apakah memiliki pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, ia mengungkapkan, pihak perusahaan tidak mengizinkan hal tersebut.

"Takutnya mempengaruhi kinerja kami. Kami harus fokus dengan pekerjaan kami saat ini,"

Selain itu, dalam momentum hari Buruh, dirinya berharap tuntutan menaikkan upah dapat dilakukan oleh pemerintah dan para pekerja diberikan hari libur saat hari Buruh.

"Minta libur di hari Buruh karena kami adalah buruh yaang sesungguhnya yang menyokong eksistensi dari perusahaan tetapi hak untuk libur dalam hari kami tidak diberikan," keluhnya.

Dirinya ingin mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih baik dari saat ini. Namun, belum ada lowongan kerja yang tepat untuknya.

"Ada pemikiran, tapi untuk saat ni belum," ujarnya.

Selain upah yang diberikan, ia mengaku perusahaan menanggung biaya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan selama ini.

Selama ini, para pekerja menjalani pekerjaannya selama 6 hari dalam seminggu dan bekerja berdasarkan pembagian dua shift, yakni shift pagi dan siang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved