Ramadhan 1440 H

Tuan Guru Bajang Beri Petuah Jelang Bulan Ramadhan, Kenapa Harus Berbuat Baik Terhadap Non Muslim?

Tuan Guru Bajang Beri Petuah Jelang Bulan Ramadhan, Kenapa Harus Berbuat Baik Terhadap Non Muslim?

Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Tuan Guru Bajang Beri Petuah Jelang Bulan Ramadhan, Kenapa Harus Berbuat Baik Terhadap Non Muslim? 

Tuan Guru Bajang Beri Petuah Jelang Bulan Ramadhan, Kenapa Harus Berbuat Baik Terhadap Non Muslim?

POS-KUPANG.COM - Tuan Guru Bajang ( TGB ) atau nama lengkapnya Dr TGB Muhammad Zainul Majdi mengunggah sebuah video di akun Instagramnya.

Akun Instagram terverifikasi Tuan Guru Bajang @tuangurubajang, mengunggah sebuah video menjelang bulan Ramadhan, yang akan jatuh pada awal bulan Mei 2019 ini.

Dalam unggahan videonya ini, Tuan Guru Bajang menuliskan kalimat singkat yang intinya tentang saling menjaga dan memelihara.

Ibarat satu tubuh, walau terpisah jauh tetap saling menjaga dan memelihara.
#ramadhan

Unggahan video Tuan Guru Bajang di akun Instagram bercerita tentang bagaimana umat Islam untuk memperlakukan orang lain, baik sesama umat Islam maupun non muslim.

Berikut cuplikan nasehat Tuan Guru Bajang yang juga tercatat sebagai Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia ini.

BERITA POPULER: Tuan Guru Bajang Singgung Ulama Penentu Pilpres, Jin BTS Terjatuh, Nikita Melahirkan

Potret Kebersamaan Ustadz Yusuf Mansur dan Tuan Guru Bajang, Dua Ulama Pendukung Jokowi

Tuan Guru Bajang Ungkap Amalan Hajjah Noto, Antarkan Jokowi Jadi Presiden, Sebut Ridwan Kamil

Tuan Guru Bajang Singgung Ulama Penentu Pilpres 2019, Unggah Video Prabowo dan AHY

Ada yang bertanya?

Tuan Guru, kenapa kita harus berbuat baik terhadap orang-orang non muslim yang ada di Indonesia?

Saya jawab, minimal ada 3 hal.

Pertama, karena Allah dan Rasulnya sendiri meminta kita untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka.

Yang kedua, kita juga berbagi bumi Allah yang namanya Indonesia tentu satu sama lain harus saling menghormati dan memuliakan.

Yang ketiga, Rasul pernah menyampaikan orang yang beriman itu seperti satu tubuh. Ada bagian yang sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan.

Perbuatan baik kita, kita niatkan menjadi jalan agar saudara-saudara kita umat muslim yang tinggal di manapun juga diperlakukan baik dan penuh kemuliaan.

Dunia sudah saling terhubung, perbuatan kita bisa menentukan perlakuan yang akan diterima oleh saudara-saudara kita di tempat yang lain.

Peneliti LIPI: Jokowi Jangan Gubris Permintaan PAN Untuk Dapat Kursi Pimpinan MPR

Tiga Rekomendasi untuk Presiden Terpilih Bersih-bersih di 3 Ladang Korupsi

SITUNG KPU HARI INI! Data 76,9 Persen, Tujuh Parpol Raih Suara Terbanyak Dapil Kupang-Rote-Sabu

Siapa TGB?

Dikutip dari wikipedia.org, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi Lc MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) lahir di Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 31 Mei 1972.

TGB pernah menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018.

Sebelumnya, TGB menjadi anggota DPR-RI masa jabatan 2004–2009 dari Partai Bulan Bintang yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan (Komisi X).

TGB adalah putra ketiga dari pasangan HM Djalaluddin SH, seorang pensiunan birokrat Pemda NTB dan Hj Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri dari TGH M Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor), pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW) dan pendiri Pesantren Darun-Nahdlatain.

Sebelum memasuki perguruan tinggi ia menghafal Al-Qur'an di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan Pancor selama setahun (1991-1992).

TGB mengenyam pendidikan Universitas Al-Azhar Kairo di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan lulus meraih gelar Lc. pada tahun 1996. Lima tahun berikutnya, ia meraih Master of Art (M.A.) dengan predikat Jayyid Jiddan.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Al-Azhar selama 10 tahun, TGB melanjutkan ke program S3 di universitas dan jurusan yang sama.

Ustadz Abdul Somad Mengaku Terbelenggu Fitnah dan Caci Maki, Menangis Iri Lihat Sahabatnya

Jokowi Sebut Tiga Kota Kandidat Ibukota Negara Ada di Tiga Pulau Ini

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Diduga Terjerat Kasus Penyalahgunaan APBD 2018

Sebutan Tuan Guru Bajang

Muhammad Zainul Majdi menceritakan tentang asal muasal dirinya dipanggil dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB).

“Tuan Guru Bajang itu sebutan dari masyarakat. Tuan itu haji, guru itu yang mengajar,” ujarnya seperti dikutip dari Serambinews.com (grup POS-KUPANG.COM), Sabtu (3/3/2018).

“Jadi orang yang konsisten mengajar dalam jangka waktu tertentu dan dia sudah naik haji disebut Tuan Guru. Bajang itu untuk membedakan dengan Tuan Guru yang sudah tua,” imbuhnya.

Zainul Majdi menambahkan, panggilan Tuan Guru Bajang mulai dilekatkan kepada dirinya saat dia pulang dari Tanah Suci.

“Saat saya pulang dulu kan masih 20-an tahun, jadi dibandingkan dengan Tuan Guru yang sudah berusia 60-an tahun, maka saya bajang karena masih muda. Bukan bujang ya,” kata TGB disambut tawa hadirin.

Karena sebutan itu sudah menempel, lanjut Zainul Majdi, sampai sekarang pun dia masih tetap dipanggil Tuan Guru Bajang.

“Meski sudah tua tetap disebut Tuan Guru Bajang juga. Banyak yang bajang sekarang, tapi sebutan sudah melekat saja,” ujarnya. ( POS-KUPANG/bebet)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved