Pilpres 2019

Prabowo Kalahkan Jokowi di Sumbar! Ustadz Yusuf Mansur Sorot Nasi Padang, Sandiaga Lakukan Ini

Ustadz Yusuf Mansur atau yang biasa disapa UYM mengunggah sesuatu tentang masakan Padang.

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Instagram/ustadz Yusuf Mansur New
Prabowo Kalahkan Jokowi di Sumbar! Ustadz Yusuf Mansur Sorot Nasi Padang, Sandiaga Lakukan Ini 

"Kita tidak bicara membangun sebuah daerah itu, ingin mendapatkan suara. Jangan berfikiran seperti itu. Kita membangun karena daerah itu infrastrukturnya kurang. Nanti, ada pengaruh elektoral, beda soal," katanya.

Jokowi mengungkapkan bisa saja konsentrasi pembangunan selama pemerintahannya dilakukan di Pulau Jawa, pasalnya sebanyak 149 juta pemilik suara ada di Pulau Jawa.

Namun itu tidak dilakukan karena pembangunan dibutuhkan oleh semua daerah, termasuk di Sumatera Barat.

Padahal dia sadar kalau perolehan suara di tanah Minang tersebut tidak begitu signifikan.

"Tapi kalau ada hasil angka yang tidak kita harapkan, inilah (realita) politik," ujarnya.

Tanggapan Deklarasi Kemenangan Prabowo

Najwa Shihab kemudian bertanya soal Prabowo yang mengklaim kemenangan atas hasil penghitungan suara oleh timnya.

"Pak Jokowi calon presiden Prabowo Subianto bersikukuh bahwa ialah yang memenangkan Pilpres melakukan deklarasikemenagan berkali-kali berdasarkan hasil penghitungannya sendiri, apa tanggapan bapak mengenai deklarasi-deklarasi ini?," tanya Najwa Shihab.

Ini Alasan Bawaslu Tanah Datar Tutup Kasus Dugaan Pidana Tercecernya Surat Suara di Kampar

TKN Jokowi-Maruf : Masih Terlalu Pagi Bahas Bergabungnya Partai 02 ke Koalisi Kami

Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan bahwa deklarasi itu tidak bermasalah.

Namun, Jokowi menegaskan Indonesia memiliki Undang-Undang Pemilu untuk menyatakan kemenangan presiden.

"Ya enggak papa, wong deklarasi saja kok yang jelas kita memiliki sebuah mekanisme aturan," ujar Jokowi.

"Kita memiliki UU Pemilu, kita memiliki mekanisme ketatanegaraan bahwa yang mengumumkan hasil perhitungan resmi yang dipakai untuk menentukan angkanya menang dan kalah itu KPU."

"Lembaga resminya jelas KPU. Kita tunggu saja, bahwa ada hasil quick count itu sebetulnya sudah gamblang, indikasinya di situ sudah," jawab Jokowi.

Lalu, Najwa kembali bertanya soal deklarasi Prabowo yang bahkan telah menyebutkan dirinya sebagai Presiden RI.

"Tapi ketika mendeklarasikan dan bahkan menyatakan saya sudah dan akan menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia, menurut Anda itu sesuatu yang wajar? Bisa dipahami? Bisa diterima?," tegas Najwa.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved