Pelaksaan UN SMP di Nagekeo Aman dan Lancar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Djogo, S.Sos, menyebutkan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Nagekeo berjalan ama

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo, Tarsisius Djogo, S.Sos 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Djogo, S.Sos, menyebutkan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Nagekeo berjalan aman dan lancar.

Tarsi begitu ia akrab disapa menjelaskan sebanyak 61 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan Ujian Nasional.

Jumlah peserta Ujian Nasional SMP di Nagekeo tahun 2019 yaitu, 3.030 siswa dan semuanya dipastikan ikut Ujian Nasional.

Piala Indonesia 2019- Ini Jadwal Pertandingan Tunda Persebaya vs Madura United

Di Nagekeo 25 SMP yang selenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan 36 SMP yang selenggaraka Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNPK).

Ia menjelaskan, bahwa tahun 2018 SMP yang selenggarakan UNBK hanya 7 SMP dan tahun 2019 bertambah menjadi 25 SMP. Sedangkan 36 SMP masih laksakan UNKP.

"Memang masih banyak SMP yang belum laksanakan UNBK karena ketersediaan infrastruktur dan fasilitas untuk laksanakan UNBK masih minim, sehingga perlu pembenahan," ujar Tarsi kepada POS KUPANG.COM di Mbay, Minggu (28/4/2019).

Ia mengatakan jika tidak ada halangan tahun depan akan ditambah lagi sekolah yang akan lakasanakan UNBK.

Cristiano Ronaldo Pamer Sepatu Baru saat Juve  Latihan

Ia juga mengatakan beberapa minggu terakhir ini sudah diadakan simulasi dimasing-masing sekolah yang adakan UNBK. Semuanya berjalan aman dan lancar. Hanya ada beberapa kendala yang memang harus menjadi perhatian.

Ia mengatakan pihak dinas bersama sekolah sudah mempersiapkannya dengan baik sehingga waktu UNBK nanti tidak ada kendala.

"Kendala secara umum belum semua SMPmelaksanakan UNBK. Bagi yang belum UNBK tahun ini kendala utama faktor listrik dan jaringan intrnet serta kekurangan komputer dan server," paparnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved