Pesan Perdamaian Wagub Nae Soi Saat Buka STQ
Wakil Gubernur NTT,Josef Nae Soi membuka Seleksi Tilawatil Quran ke-25 di Masjid Raya Nursa'adah, Kota Kupang, Jumat (27/4/2019)
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Adiana Ahmad
Pesan Perdamaian Wagub Nae Soi Saat Buka STQ
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi membuka secara resmi perhelatan akbar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-25 di Masjid Raya Nursa'adah, Kota Kupang, Jumat (26/4/2019) malam.
Di hadapan ratusan peserta dari seluruh NTT, Wagub Josef Nae Soi menyampaikan pesan perdamaian yang menyentuh dan mengundang tepuk tangan meriah semua yang mendengarkan.
Menyinggung tulisan tokoh Islam terkenal Idham Chalid, Wagub Nae Soi mengatakan di seluruh dunia tak ada tempat yang paling toleran selain Indonesia. Di dalam buku tersebut, katanya, dibedakan dua toleransi yakni toleransi dogmatis dan toleransi civilius.

• Cimahi Berduka, Satu Rumah Tertimbun Longsor, Dua Orang Meninggal Dunia
Toleransi dogmatis berkaitan dengan keyakinan umat beragama terhadap dogma-dogma agama yang tidak bisa diganggugugat oleh siapa pun.
Sedangkan toleransi civilius berkaitan dengan pertemuan dengan sesama yang beragama dan berkeyakinan lain atau yang dalam Islam disebut lakum diinukum waliyadiin (agamamu untukmu dan agamaku untukku).
Sedangkan dalam agama Kristen disebut Cintailah Allahmu dengan segenap hatimu dan cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
"Bapa bangsa kita Nabi Abraham memiliki dua putera. Seorang bernama Isak dan seorang bernama Ismail. Dari Keturunan Ismail lahirlah saudara saya pak Jamal, lahirhah saudara saya Pak Nasir, lahirlah saudara saya pak Ansor, lahirlah saudara saya pak Ansor.
Dari keturunan Isak lahirlah Yosep atau Yusuf, lahirlah Viktor, lahirlah Maria Magdalena, jadi kita ini adalah dari satu bapak. Oleh karena itu dari NTT kita tunjukkan kepada nasional bahwa dari NTT kita rajut kebhinekaan kita. Kita tidak perlu mempertentangkan agama, suku dan ras karena kita dari satu keturunan," tegasnya disambut tepuk tangan meriah para peserta.
• Lari Kecepatan Tinggi dan Sopir Hilang Kendali, Bus Tabrak Tiang Jembatan, Satu Meninggal
Acara STQ tingkat Provinsi NTT ini adalah wadah yang sangat berguna untuk memotivasi anak-anak mengenal Allah melalui pembacaan Al Quran.

Ia mengajak para peserta merefleksikan kembali turunnya Al Quran 15 Abad yang lalu. STQ bukan sekadar momen rutinitas belaka yang mencari juara, tetapi lebih dari itu, STQ adalah momen untuk mengenal Allah melalui Kitab Suci Al Quran.
Pada hakekatnya, Al Quran mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama dan alam semesta.
Sementara itu Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatif Qur’an (LPTQ) Provinsi NTT, Jamaludin Ahmad mengatakan pelaksanaan STQ ke-25, dilaksanakan dalam suasana beberapa peristiwa penting yakni Isra Miraj 1440 Hijriah, perayaan Paskah umat Kristiani serta perhelatan akbar Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif. Peristiwa keagaamaan dan kebangsaan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk memperkuat pijakan moral bangsa dalam merajut persaudaraan dan toleransi serta memperkokoh pemahaman terhadap keragaman sebagai suatu keniscayaan.
• Info BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Indonesia 27-29 April 2019 Dampak Sirkulasi Siklonik