Berat Tomat Lokal di Lahurus, Belu Mencapai 1 Kilogram per Buah

Hal yang luar biasa bahwa tomat yang dikembangkan ini memiliki berat mencapai 0,5 - 1 Kilogram per buah.

Berat Tomat Lokal di Lahurus, Belu Mencapai 1 Kilogram per Buah
Dokumen BPTP NTT untuk POS-KUPANG.COM
varietas tomat lokal atau Kaut Lotu di Lahurus, Kabupaten Belu. 

Berat Tomat Lokal di Lahurus, Belu Mencapai 1 Kilogram per Buah

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Wematan di
Lahurus, Desa Fatulotu, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu, NTT, kini tengah mengembangkan varietas tanaman tomat lokal. Hal yang luar biasa bahwa tomat yang dikembangkan ini memiliki berat mencapai 0,5 - 1 Kilogram per buah.

Bahkan varietas tomat lokal inipun sudah didaftarkan di Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian  ( PPVTPP) Kementrian Pertanian.

Dalam rilis dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)-Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)  NTT yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Kamis (25/4/2019) menyebutkan, belum lama ini tim khusus dari BPTP NTT sudah turun ke kelompok tani ini.

Tim sumber daya genetik ( SDG) lokal BPTP NTT beranggotakan, Evert Y.Hosang, Noldy Kotta dan Rafael Dos Santos. Mereka  melakukan pendampingan pada Kelompok Tani Wematan dengan memberikan
pencerahan  tentang tehnik budidaya dan tehnik mencari peluang pasar. 

UU Nomor 5 Tahun 2018, Kepolisan Memiliki Waktu 14 Hari Menahan Terduga Terorisme

PDIP Berpeluang Tempatkan 4 Wakilnya Di DPRD Ende

Perayaan HUT Kota Kupang Ada Daging Sei Sepanjang 2,3 Meter

Tim juga memberikan masukan tentang tehnik pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dan ramah lingkungan.

Kelompok Tani Wematan Lahurus, dibentuk pada Tahun 2012 sebagai kelompok pemula dengan jumlah anggota  sebanyak 25 orang. Jenis usaha yang dilakukan adalah budidaya tomat lokal Lahurus.

Varietas tomat tersebut dijadikan oleh masyarakat setempat sebagai salah satu komoditas unggulan, karena memiliki ukuran buah tomat yang sangat besar dan berat mencapai 0,5 - 1kilogram per buah. Oleh karena itu, harga jualnyapun bisa mencapai Rp 5.000-Rp 10.000 per buah tergantung ukuran dan berat buah tomat.

Varietas tomat tersebut sudah didaftarkan pada, Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian  ( PPVTPP) Kementrian Pertanian dengan nama Varietas Kaut Lotu. 

Bibit tomat ini awalnya didatangkan oleh seorang Misionaris dari Negara Belanda bernama Bruder Arnold pada tahun 1968.

Dalam usaha budidaya tanaman tomat lokal Lahurus atau Kaut Lotu masyarakat petani sering mengalami kendala atau masalah antara lain, tehnik budidaya masih tradisional, dengan tehnik pengendalian hama dan penyakit masih terbatas dan masih minimnya jaringan pemasaran.

Untuk itu BPTP NTT mendampingi agar varietas tomat ini tetap berproduksi secara baik dan bisa memberikan keuntungan ekonomi buat warga setempat.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved