Renungan Harian

Renungan Harian Protestan, Sabtu 20 April 2019: "Jika Takut, Cemas & Malu, Belajarlah Dari Debora"

Renungan Harian Protestan, Sabtu 20 April 2019: "Jika Takut, Cemas & Malu, Belajarlah Dari Debora"

Renungan Harian Protestan, Sabtu 20 April 2019:
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA 

Barak tidak yakin karena itu kehormatan justru diberikan kepada Debora dan istri Heber yang bernama Yael.

Itulah konsekwensi atau akibatnya kalau Barak tidak beriman sungguh-sungguh kepada Tuhan.

Pembaca yang budiman beberapa hal menarik patut dicatat disini.

Pertama, seringkali pergumulan hidup kita tidak dapat diselesaikan, atau kita tidak pernah berjalan mencapai tujuan yang kita ingin kita tujui, atau semua usaha kita mengalami jalan buntu, penyebabnya mungkin banyak faktor.

Akan tetapi penyebab utamanya karena selain kita tidak yakin dengan diri kita seniri, tetapi juga terutama karena kita tidak beriman secara sungguh-sungguh kepada Allah.

Kita tidak percaya pada penyertaan-Nya atas hidup kita. Jika kita percaya kepada firman serta penyertaan Tuhan, maka semua persoalan hidup kita pasti dapat diselesaikan.

Kedua, kita terlalu melihat masalah lebih besar dari pada peluang yang Tuhan sediakan. Seharusnya kita menyadari bahwa setiap masalah tidaklah lebih besar dan berat daripada pemeliharaan Tuhan atas hidup setiap orang percaya.

Ketakutan, kekuatiran, kecemasan-kecemasan, perasaan malu dan takut gagal seringkali melemahkan iman kita, dan membuat kita tidak yakin sepenuhnya pada Firman Tuhan.

Mari kita sama-sama meyakini dan mengingat bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin. Tidak mudah untuk memiliki keyakinan yang kuat tanpa tergoyahkan, tapi bukanlah satu hal yang mustahil untuk mencapainya.

Jangan menyerah dan terus percaya, maka kehormatan yang luar biasa akan kita peroleh. Ambil setiap kesempatan untuk melayani yang lewat di hadapan kita.

Ketiga, yakin bahwa Tuhan yang kita percayai sanggup menolong kita. Karena itu apapun persoalan yang kita hadapi, kita yakin bahwa Tuhan ada bersama kita.

Jangan menyerah, sebab berkat yang mesti kita terima akan diberikan kepada orang lain karena kekurang imanan kita. Kehormatan yang akan diberikan Tuhan akan dialihkan kepada orag lain kalau kita tidak sungguh-sungguh yakin akan kuasanya.

Rasul Paulus dalam kitab Roma 8:35 mengatakan, apa yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Tidak ada. Penderitaan, ketelanjangan (kekurangan, sakit-penyakit? Atau kematian?) tidak ada.

Sebab Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Tuhan memanggil kita dengan tanggungjawab masing-masing, dan jika kita menerimanya dan mengerjakannya dengan baik, maka kehormatan akan kita peroleh. Kehormatan bukan sesuatu yang dicari-cari.

Kehormatan akan diberikan kepada mereka yang setia.

 Ada begitu banyak pekerjaan dan tanggungjawab  yang diberikan untuk kita kerjakan tetapi kalau tidak sungguh-sugguh, maka akan diberikan kepada orang lain. Atau kalau kita masih tetap kerjakan, kita akan dipermalukan, dan kita tidak akan memeroleh berkat di sana.

Mestinya seperti Paulus kita bisa yakin bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku ” (Filipi 4:13).

Keempat, kadang kita lupa dan mengabaikan perkara-perkara kecil dan hanya mengarahkan kita kepada hal-hal besar. Kita lupa bahwa seringkali orang terantuk bukan pada batu karang yang besar, tetapi batu-batu kerikil kecil yang tidak kita sadari.

Tuhan Yesus mengajak bahwa sebuah keberhasilan dimulai dari perkara-perkara kecil. “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21).

*******

Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved