Renungan Harian

Renungan Harian Protestan, Sabtu 20 April 2019: "Jika Takut, Cemas & Malu, Belajarlah Dari Debora"

Renungan Harian Protestan, Sabtu 20 April 2019: "Jika Takut, Cemas & Malu, Belajarlah Dari Debora"

Renungan Harian Protestan, Sabtu 20 April 2019:
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA 

Banyak juga politisi dan artis tenar yang memilih jadi penginjil karena dalam kehidupan sebelumnya merasa hampa, nanti ketika menjadi penginjil baru hidup mereka merasa tenang.

Selain artis tenar Indonesia seperti Ari Wibowo, juga ada Dr. Martin Lloyd-Jones, seorang ahli jantung ternama dari Kerajaan Inggris, rela meninggalkan praktek kedokterannya untuk memberitakan Injil.

Dia mengabdikan dirinya dalam pemberitaan Injil karena dia melihat bahwa sesungguhnya yang menjadi persoalan manusia adalah: rasa tidak aman, dan ketakutannya menghadapi berbagai persoalan hidup.

Mereka perlu ditolong untuk memiliki iman yang kuat agar mampu menghadapi beban hidup ini.

Mungkin kedengarannya sepele, tetapi keyakinan iman dan rasa tenang dekat Tuhan justru obat yang paling ampuh bagi jiwa-jiwa yang lagi kecewa, stress, malu di dalam mereka menghadapi permasalahan yang ada.

Bacaan kita hari ini menceritakan tentang Barak bin Abinoam yang dipercayakan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel melawan Yabin Raja Kanaan.

Permintah Tuhan ini disampaikan Debora kepada Barak. Bahwa ia akan didampingi oleh sepuluh ribu tentara Israel.

Meskipun Yabin memiliki panglima tentara yang hebat, yaitu Sisera dengan 900 kereta besi, tetapi Tuhan sudah menjanjikan kepada Barak, bahwa Tuhan sendiri yang akan menyerahkan Sisera kepada Barak. Kata Debora kepada Barak:

“"Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau,  dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu." (Hakim-hakim 4:6-7).

Melalui Debora, Barak diyakinkan bahwa Tuhan adalah sumber kemenangannya dan karena itu Dia tidak perlu kuatir atau ragu-ragu mengambil keputusan untuk berperang.

Halaman
1234
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved