Emak-emak di Maumere Mampu Mengubah Baju Kaos Bekas Jadi Tas Belanja

Emak-emak dan kaum muda di Kabupaten Sikka akhirnya paham dan mampu mengubah bahan bekas menjadi barang-barang cantik.

Emak-emak di Maumere Mampu Mengubah Baju Kaos  Bekas Jadi Tas  Belanja
POS-KUPANG.COM/EUGENIUS MOA
Emak-emak di Maumere mengolah sampah jadi cinderamata 

Emak-emak di Maumere Mampu Mengubah Baju Kaos  Bekas Jadi Tas  Belanja

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Emak-emak  dan  kaum   muda  peserta pelatihan  pengolahan sampah menjadi  berkat di  Kabupaten  Sikka akhirnya paham  dan mampu mengubah bahan  bekas  atau  sampah menjadi barang berharga. 

Baju   bekas,  gelas  dan botol plastik  bekas serta kertas koran yang habis digunakan  diubah menjadi tas belanja dan cenderamata cantik lainnya.

“Setelah mereka  tahu manfaatnya,   ternyata gelas  atau botol  air minum kemasan bisa dijadikan apa  saja.  Baju  bekas, kusam bisa  dibuat jadi  tas belanja, sehingga  proses membuang bisa ditunda dulu.  Sungai,  laut dan lingkungan tidak dipenuhi sampah,”  kata  instruktur pelatihan  pengolahan sampah  dari   Rotari  Club Bandung  Siliwangi, Rita Isdiantini, kepada  POS-KUPANG.COM, Jumat   (5/4/2019) di  Aula  Santo Thomas  Aquinas, STFK Ledalaro,  8 Km arah  barat  Kota Maumere, Pulau  Flores,  Propinsi  NTT.

Beragam Cinderamata Dihasilkan dari Pelatihan Sampah Bank NTT

Rita  mengatakan,  kelompok  warga menjalani pelatihan  perlu  pendampingan  berkelanjutan. Bank  NTT  Cabang Maumere  memprakarsai  pelatihan ini  memberikan  motivasi.

“Edukasi ini  untuk pengenalan  manfaat sampah. Kami  akan minta rekan-rekan  yang  bertugas di Maumere memantau aktivitas mereka,”  kata Rita.

Menurutnya, bentuk  kegiatan seni   harus dengan  latihan   yang terus- menerus  mendapatkan  hasil  yang  lebih baik.   .

Rita  mengakui anggapan warga  yang masih risih  dengan  hasil kerajinan   bahan bekas,  karena  barang  bekas masih tetap  dengan bentuk yang sama.

Bank NTT Cabang Maumere Prakarsai Pelatihan Pengolahan Sampah

“Kalau diolah dengan  bentuk  yang beda, orang mungkin  bukan  risih,  dia malah tidak  tahu cindermata    yang digunakan dari barang bekas  atau bukan.  Kita  lakukan  perubahan bentuk, upayakan dibuat sesuatu  yang lain sehingga  tidak  terasa barang bekas,”   kata  Rita. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved