Pemilik Depot Bakso 99 Tuntut Puskesmas Bakunase Jika Tidak Terbukti Gunakan Formalin

Pemilik Depot Bakso 99 Kuanino Kupang tuntut Puskesmas Bakunase jika tidak terbukti gunakan formalin

Pemilik Depot Bakso 99 Tuntut Puskesmas Bakunase Jika Tidak Terbukti Gunakan Formalin
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Pemilik Depot Bakso 99 Kuanino Kupang, Sutarno (50) ketika ditemui di tempat usahanya di Jln Jendral Sudirman Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Jumat (29/3/2019) sore. 

"Saya rugi besar. Kalau dulu, omset kotor jualan satu hari bisa lebih dari Rp 10 juta. Itu 50 Kg sampai 60 Kg daging sapi. Sekarang lihat saja. 50 Kg daging sapi lakunya dalam tiga hari," jelasnya.

Dengan keadaan ini, Sutarno pun mengaku sulit untuk bisa membayar biaya kontrak lahan sebesar Rp 90 juta dalam satu tahun dan memberikan upah bagi 6 karyawannya.

Selain itu, pada Sabtu (29/3/2019) lalu, dua petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kupang memintanya untuk ke kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang di bilangan walikota pada keesokan harinya, Minggu (30/3/2018) pagi.

Sutarno mengaku bingung karena diminta ke kantor tersebut di luar jam kantor pada Minggu (30/3/2018) sekitar pukul 08.00 Wita.

"Hari Sabtu sore jam 5 ada yang datang untuk undang ke kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang. Saya diminta Minggu pagi jam 8 ke kantor. Tapi saya tidak pergi. Tadi pagi masih telepon saya tapi saya bilang kalau perlu datang saja ke warung, kalau saya salah silahkan ditegur," kisahnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemilik Depot Bakso 99 Kuanino Kupang, Sutarno (50) membantah dengan keras bakso dagangannya mengandung formalin, Jumat (29/3/2019) sore

"Itu tidak benar, saya sudah 40 tahun usaha bakso dan tidak pernah gunakan (formalin)," kata Sutarno ketika ditemui di tempat usahanya di Jln Jendral Sudirman Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Sutarno mengakui, pada Kamis (28/3/2019) pihak Kelurahan Nunleu dan Puskesmas Bakunase melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) di depot miliknya.

Dalam Sidak itu, tim yang berjumlah sekitar enam orang melakukan pengecekan dan membawa enam pentolan bakso sebagai sampel untuk diuji.

Setelah itu, ia mengaku kaget karena mendapatkan informasi dari keluarganya bahwa telah beredar informasi baik di Facebook dan pesan WhatsApp bahwa bakso miliknya mengandung formalin.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved