Minggu, 26 April 2026

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 28 Maret 2019

Tuhan telah mendengar keluhan dan penderitaan umat Israel, oleh karena itu Tuhan ingin memberi mereka masa depan melalui pembebasan dari perbudakan

Editor: Ferry Jahang
Dok Pribadi
Pendeta Messakh D 

Para pemimpin kita baik di pemerintahan maupun di gereja harus berubah dan belajar juga dari Musa untuk rela meninggalkan "kasutnya".

Baik pemimpin gereja, pemimpin masyarakat, pemimpin keluarga, mesti tanggalkan kasut. Karena jika pemimpin baik maka rakyat atau masyarakat yang dipimpinya juga baik.

Jika pemimpin pandai berbohong, maka masyarakat juga akan terbiasa hidup dalam kebohongan dan kebodohan.

Walau miskin menderita tapi bisa selfie bersama sang "pemimpin" itu sudah menjadi kebanggaan.

Ada pepatah orang Rote yang terkenal bahwa ikan itu busuk dari kepalanya dan bukan dari ekornya. Masyarakat baik dan sejahtera kalau pemimpinnya baik dan sungguh-sungguh bekerja bagi mereka.

Dalam kepemimpinan gereja juga berlaku hal yang sama. Perubahan mesti dimulai dari para pemimpin gereja, yang bukan hanya pandai berwacana tentang kebenaran tetapi melakukan praktik kebenaran dan hidup dari kebenaran itu.

Menjadi teladan dan menjaga kekudusan hidup harus dicontohkan dari para pemimpin gereja oleh karena Tuhan itu kudus.

Para pemimpin gereja bukan hanya pendeta, guru agama, majelis gereja, tetapi juga tokoh-tokoh jemaat dan bahkan siapa saja yang mampu memimpin orang lain.

Tidak bisa seseorang menjadi majelis gereja tetapi masih percaya kuasa-kuasa gelap, lebih dari pada kuasa Tuhan.

Atau Majelis tidak bisa datang gereja pada hari Minggu, karena sabtu malamnya minum mabuk sampai pagi dan masih terus dalam keadaan bau mabuk ketika lonceng gereja berbunyi memanggil.

Atau Majelis yang mau memimpin ibadah rumah tangga yang bukannya meminta kekuatan dan keberanian dari Tuhan, tetapi minum "air kata-kata" (sopi, laru, wine, moke dan sejenisnya) supaya berani?

Itu semua tidak benar. Karena Tuhan memilih kita, dan meminta kita semua berubah sesuai dengan FirmanNya.

Kita semua memang tidak sempurna, tetapi Tuhan mau agar kita berusaha tiap-tiap hari untuk menjadi lebih baik.

Sebagai pemimpin dalam masyarakat atau dalam gereja, dalam keluarga, sebagai bapa dan mama, harus menjadi contoh dan teladan yang ditunjukkan nabi Musa.

Harus memimpin seperti yang Tuhan Allah mau, yaitu menghendaki agar semua orang menjadi baik. Termasuk dalam keluarga, semua anggota keluarga jadi baik.

Tidak ada yang mengalami penderitaan, kesusahan, kegagalan atau menuju kebinasaan.

Kedua: kalau bangsa Israel tidak keluar, atau tidak mau menerima perubahan, maka mereka tetap menjadi budak selamanya.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved