Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 28 Maret 2019
Tuhan telah mendengar keluhan dan penderitaan umat Israel, oleh karena itu Tuhan ingin memberi mereka masa depan melalui pembebasan dari perbudakan
Dalam bacaan kita, Keluaran 2:23-25 - 3:1-12 dikatakan Tuhan telah mendengar keluhan dan penderitaan umat Israel, oleh karena itu Tuhan ingin memberi mereka masa depan yang baru melalui pembebasan dari perbudakan di Mesir.
Tetapi untuk melakukan perubahan ini, Tuhan Allah mesti mencari orang yang tepat. Dan dalam bacaan kita, kita membaca bahwa Musalah yang dipilih Allah untuk misi ini.
Dalam Keluaran 3:2, dikatakan bahwa Musa melihat ada malaikat yang menampakkan diri dan ada nyala api.
Musa berpikir menurut pikiran manusianya, untuk menyimpang dan mau melihat nyala api itu.
Tetapi Tuhan menegurnya. Tuhan menyuruh Musa berdiri di situ dan menanggalkan kasutnya, (sendal yang dibuat dari kulit untuk melindungi kakinya).
Menanggalkan kasut sebagai lambang, meninggalkan kehidupan yang lama dan mau masuk dalam kekudusan Tuhan. Musa mesti dikuduskan, dibaharui untuk melaksanakan tugas panggilan ini.
Musa bukan orang yang hebat, tetapi Tuhan mau memakai dia. Musa yang semula bekerja sebagai gembala domba, akhirnya dipilih untuk menjadi pemimpin.
Tidak heran kalau Musa keberatan karena Musa menyadari siapa dirinya. Dia hanya seorang gembala, bagaimana mungkin dia bisa menghadap seorang raja besar seperti Firaun?
Tetapi dalam Keluaran 3:12 Tuhan Allah memberi jaminan, bahwa Ia akan menyertai Musa. Janji Allah itu digenapi. Hanya satu syarat. Tanggalkan kasut.
Ikut Tuhan punya mau dan bukan Musa punya mau. Ikut Tuhan punya mau dan bukan umat Israel punya mau. Ikut Tuhan punya mau dan bukan Firaun punya mau.
Bangsa Israel akhirnya bebas dari Firaun dan masuk dalam perjalan pengembaraan di padang menuju Kanaan selama 40 tahun.
Setiap kali mereka mengalami kesulitan dalam perjalanan selama 40 tahun di perjalanan, Tuhan Allah menolong mereka. (Mana dan burung Puyuh, air yang pahit berubah menjadi tawar, laut Kolsum terbelah dan menjadi daratan, dan berbagai tanda lainnya).
Tetapi juga setiap kali mereka melawan, mereka mendapat hukuman. Bahkan Musa sendiri karena tidak mendengar pada Tuhan, maka ia tidak diizinkan masuk ke Kanaan bersama bangsa Israel, tetapi Yosua penggantinya yang diperbolehkan.
Dari bacaan ini kita dapat belajar beberapa hal penting.
Pertama: Tuhan Allah selalu punya rencana yang baik untuk manusia. Dari mulai dunia ini ada, manusia ada, Tuhan Allah selalu punya maksud baik untuk manusia. Oleh karena apa? Karena Tuhan Allah sayang kepada manusia.
Untuk menjadi baik, mesti ikut Tuhan Allah punya mau. Berubah. Tanggalkan kasut. Hidup seperti yang Tuhan mau. Manusia harus mau berubah. Tuhan memilih Musa sebagai contoh perubahan pertama.
Perubahan itu mesti dimulai dari para pemimpin. Dan karena itu Tuhan memilih Musa dan merubah hidupnya sesuai kehendak Tuhan. Perubahan Musa ini disimbolkan dengan meninggalkan kasutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pendeta-messakh-d.jpg)