Listrik Padam di Dua SMK di TTS Saat Penyelenggara UNBK

Listrik terganggu di SMK Kristen Niki dan SMK Oenlasi pada penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hari pertama.

Listrik Padam di Dua SMK di TTS Saat Penyelenggara UNBK
POS KUPANG/Dion Kota
UNBK hari pertama di TTS 

Listrik Padam di Dua SMK di TTS Saat Penyelenggara UNBK

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE- Listrik terganggu di SMK Kristen Niki dan SMK Oenlasi pada penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hari pertama.

Akibatnya, ujian sesi ketiga yang harusnya selesai pukul 16. 00 WITA, harus molor satu jam ke pukul 17. 00 Wita.

Hal ini diungkapkan ketua musyawarah kerja kepala sekolah ( MKKS) tingkat SMK kabupaten TTS, Bernadus Na'atonis kepada pos Kupang, Selasa (26/3/2019) di ruang kerjanya.

Bernadus mengatakan, akibat hujan yang turun kemarin, terjadi gangguan pada jaringan listrik yang menyebabkan terjadinya listrik padam di dua SMK tersebut.

Bahas UNBK, Gubernur Viktor Laiskodat Akui Jaringan Internet dan Listrik di Desa Belum Maksimal

Viktor Laiskodat Lantik Pengurus DPD Partai Nasdem Malaka

Oleh sebab itu, sempat terjadi penundaan sekitar satu jam sebelum akhirnya listrik kembali hidup. Kejadian ini langsung dilaporkan pengawas ke tingkat propinsi dan pusat. Setelah listrik kembali hidup ujian pun kembali dilanjutkan.

" Khusus hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan dengan baik. Hanya sempat terjadi pemadaman listrik di dua sekolah tetapi ujian tetap bisa terlaksana walau sempat tertunda beberapa saat," ungkap Bernadus.

Untuk kehadiran para peserta sendiri lanjut Bernadus, seluruh peserta yang mengikuti USBN mengikuti UNBK. Hanya peserta yang memang sudah tidak mengikuti pelaksanaan USBN yang tidak mengikuti pelaksanaan UNBK.

872 Siswa SMK di Sumba Barat Ikut UNBK dan UNKP

" Untuk Kabupaten TTS ada 1.490 siswa-siswi yang terdaftar sebagai peserta UNBK. Dari jumlah tersebut, ada beberapa peserta yang memang sudah tidak mengikuti pelaksanaan USBN dan UNBK karena beberapa alasan. Ada yang karena sudah meninggal, ada yang sakit kejiwaan dan ada juga yang tanpa keterangan. Untuk jumlah pastinya masih kita himpun. Namun untuk peserta yang mengikuti USBN seluruhnya mengikuti UNBK," paparnya.

Untuk diketahui, pada hari kedua pelaksanaan UNBK sendiri diujikan mata pelajaran matematika. Selvi Benu kelas XII jurusan akuntasi, SMK Kristen Soe mengatakan soal ujian matematika tergolong dalam kelompok gampang-gampamg susah. Dari 40 nomor, 20-an nomor berhasil dicakar dan ditemukan jawabannya, tetapi yang lainnya tergolong susah karena walau sudah dicakar tetapi tidak ditemukan jawabannya.

356 Siswa SMK Negeri 1 Aesesa Ikut UNBK

" Sebagian besar bisa kerja, tetapi ada juga yang saya cakar tetapi tidak dapat jawabannya. Namun, saya tetap optimis bisa meraih nilai di atas standart nasional (5,0) untuk mata pelajaran matematika," ujarnya.

Untuk hari ketiga pelaksanaan UNBK akan diujikan mata pelajaran bahasa Inggris dan hari terakhir akan diujikan mata pelajaran teori kejuruan. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved