872 Siswa SMK di Sumba Barat Ikut UNBK dan UNKP
Sebanyak 872 siswa dari 5 SMK yang tersebar di enam kecamatan se- Kabupaten Sumba Barat mengikuti UNBK dan UNKP
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Sebanyak 872 siswa dari 5 sekolah menengah kejuruan ( SMK ) yang tersebar di enam kecamatan se- Kabupaten Sumba Barat mengikuti ujian nasional berbasis komputer ( UNBK ) dan ujian nasional berbasis kertas dan pensil ( UNKP), Senin (25/3/2019).
Dari 5 SMK tersebut, 3 sekolah menjalankan ujian nasional berbasis komputer yakni SMKN 1 Kota Waikabubak, SMKN 1 Loli dan SMKN 1 Wanokaka. Sedangkan 2 sekolah lainnya melaksanakan UNKP yakni SMKN 1 Perikanan dan Pertanian Lamboya dan SMKN 2 Pariwisata Lamboya di Kecamatan Lamboya.
• BREAKING NEWS: Petugas Pospol Talibura Ciduk Ibu Buang Bayi di Sungai Enakter Sikka
Hal itu karena jaringan internet belum masuk dan sarana laboratorium komputer belum tersedia.
Koordinator pengawas SLB, SMA dan SMK Kabupaten Sumba Barat, UPT Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Sarino menyampaikan hal itu diselah-selah memonitor pelaksanaan ujian UNBK di SMKN 1 Kota Waikabubak, Senin (25/3/2019).
• BREAKING NEWS: Pemerkosa Anak Kandung di Sikka, NTT Divonis 20 Tahun Penjara
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima tadi pagi, Senin (25/3/2019) pagi, SMKN 1 Loli dan SMKN Tanah Righu mengalami kendala teknis saat UNBK mulai berlangsung akibat jaringan internet terganggu. Kondisi itu terjadi hampir setengah jam lamanya. Namun kemudian, kembali normal.
Ia menambahkan, mata pelajaran UNBK dan UNKP terdiri tiga mata pelajaran yakni hari pertama, Senin (25/3/2019) bahasa indonesia, hari kedua matematika dan hari ketiga bahasa inggris.
Sementara itu Paulinus Sukur, S.Pd, salah seorang guru SMKN 1 Kota Waikabubak ditemui di sekolah itu, Senin (25/3/2019) menyebutkan, Jumlah siswa siswi SMKN 1 Kota Waikabubak yang terdaftar mengikuti UNBK sebanyak 328 orang.
Namun yang mengikuti ujian hari ini hanya 327 orang. Salah seorang siswa lainnya tidak mengikuti ujian karena sudah hamil. Selama ini, para guru sudah melakukan pendekatan agar yang bersangkutan tetap mengikuti UNBK namun dengan pertimbangan tertentu menolak mengijutinya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)