Cegah Radikalisme dan Terorisme, Kodim 1618/TTU Beri Penyuluhan di Lokasi TMMD
Upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme, Satgas TMMD ke-104, Kodim 1618/TTU member
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Adiana Ahmad
Cegah Radikalisme dan Terorisme, Kodim 1618/TTU Beri Penyuluhan di Lokasi TMMD
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Dalam ragka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme, Satuan Tugas (Satgas) TMMD Ke-104, Kodim 1618/TTU memberikan penyuluhan tentang radikalisme dan terorisme.
Penyuluhan dan sosialisasi tentang radikalisme dan terorisme tersebut dibawakan langsung oleh Perwira Seksi Intelijen Kapten Inf. Emanuel Ribut Dima di SMA Negeri Mutis dan masyarakat Eban, Kecamatan Miomafo Barat, Sabtu (23/3/2019).
Dalam arahannya, Kapten Ribut mengatakan, masyarakat harus waspada terhadap permasalahan yang bisa mengancam persatuan bangsa dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri serta terorisme.
• Terungkap Motif Dosen UNM Bunuh Pegawai UNM, Tidak Terima Korban Campur Urusan Pribadi
• Bantah Romahurmuziy, Khofifah Merasa Tak Pernah Rekomendasikan Kakanwil Kemenag Jatim
"Kami mengadakan penyuluhan dan sosialisasi ini dengan tujuan agar masyarakat dan siswa sebagai generasi penerus bangsa paham serta mendapat pencerahan untuk mencegah paham radikalisme pro kekerasan diwilayah Eban ini," kata Kapten Ribut kepada Pos Kupang, Minggu (24/3/2019).
Dijelaskannya, saat ini bangsa Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa yang antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, dan juga terorisme.
"Sehingga kami minta agar jangan mudah terprovokasi dengan kondisi seperti ini, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara," ujarnya.
Kapten Ribut menambahkan, pemerintah serta aparat keamanan pasti akan melakukan penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini untuk memastikan keamanan dan ketertiban bangsa.
• Ustad Zamroni Ajak Santri Ponpes Walisanga Tolak Aksi Terorisme
• Memerangi Terorisme, Memulihkan Keamanan Suriah adalah sasaran bersama
Kapten Ribut mengharapkan, masyarakat jangan sampai mudah untuk disusupi oleh heterogenitas masyarakat baik etnis, agama, ras dan golongan yang juga menjadi salah satu sasaran menyusupnya ajaran terorisme yang harus diawasi perkembangannya.
Selain materi pencegahan penanganan radikalisme dan terorisme, Kapten Ribut juga menyampaikan materi tentang berbagai macam organisasi yang dilarang oleh pemerintah seperti PKI, Gafatar, ISIS dan HTI.
"Jadi organisasi tersebut merupakan organisasi yang dilarang pemerintah Republik Indonesia, sehingga patut kita cegah bersama-sama karena organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945," tegasnya. (*)