Berita Pendidikan

Ibu PKK dan Karang Taruna di Belu Diajar Buat Ikan Nipi Asap

Para ibu PKK dan Karang Taruna di di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, membuat Ikan Nipi Asap.

Ibu PKK dan Karang Taruna di Belu Diajar Buat Ikan Nipi Asap
Dokumentasi/ Ayub Meko
Ibu PKK dan Karang Taruna di Belu diajak membuat ikan nipi asap 

Menurut Ayub, kehadiran mahasiswa di Desa Kenebibi adalah belajar dari aktivitas masyarakat, mendata potensi dan permasalahan, lalu berusaha memberikan pendampingan untuk memperbaiki taraf hidupnya.

Dikatakannya, variasi olahan ikan nipi belum banyak dikenal masyarakat terutama di Desa Kenebibi sementara potensinya melimpah.

"Olahan sambal nipi asap yang dibuat dan dikemas dengan baik dapat bertahan hingga 12 hari pada suhu kamar dan empat bulan dalam suhu dingin. Selain produknya minim kadar airnya, terdapat senyawa asap dan bumbu yang berperan sebagai pengawet dan pemberi cita rasa spesifik," katanya.

Blanko KTP Elektronik Dukcapil Kota Kupang Aman

Penyuluhan kegiatan dibuka Kepala Desa Kenebibi, Maria Yovita Anok.

Dalam sambutannya, Anok, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KBPM Ukaw Kupang dan DPL yang menginisiasi kegiatan penyuluhan dan pelatihan, sekaligus memfasilitasi dengan membuat sebuah tungku pengasapan ikan dari beton untuk digunakan masyarakat desa Kenebibi.

Lebih lanjut, Anok, mengatakan membuat ikan nipi asap dan tuna asap bersama produk olahannya baru pertama kali dilakukan di desanya.

Anok berharap ibu PKK bersama anggota Karang Taruna mengikuti kegiatan sampai selesai karena sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha.

Ketua PKK Desa Kenebibi, Yulita L Soares, mengatakan sangat senang karena mendapat pengetahuan baru, sekaligus peluang usaha baru.

Dia mengatakan produk yang dihasilkan enak sekali dan tertarik untuk mengolah ikan menjadi sambal dan pampis untuk dijual.

Kemenhan NTT Selenggarakan Sosialisasi Lomba Parade Cinta Tanah Air

Sementara mahasiswa KBPM, Desie Muti, mengatakan kehadiran mereka di Desa Kenebibi, memberikan nilai positif bagi masyarakat.

Dia mengatakan, selama ini ikan dijual murah karena ketiadaan alat pendingin dan belum diolah secara baik.

Menurutnya, pilihan teknologi pengasapan karena murah dan muda dilakukan di desa serta memiliki prospek pasar yang luas. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved