Viral, Satpol PP Benarkan Pengemis di Bogor Bernama Abah dan Anaknya Memiliki Mobil
Jadi Viral di Media Sosial, Satpol PP benarkan pengemis di Bogor bernama Abah dan anaknya memiliki mobil pribadi
Jadi Viral di Media Sosial, Satpol PP benarkan pengemis di Bogor bernama Abah dan anaknya memiliki mobil pribadi
POS-KUPANG.COM - Sebuah foto seorang pria memakai baju koko putih dan sarung bermotif kotak-kotak tengah membuka mobil menjadi Viral di Media Sosial sejak Selasa (19/3/2019).
Diduga pria tersebut merupakan pengemis yang biasa mangkal di sekitar simpang lampu merah Lotte Mart Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
• BREAKING NEWS- Organisasi Teroris ISIS Segera Terhapus dari Peta dan akan Musnah
Warganet sontak memperbincangkan foto itu, sebab banyak yang heran setelah melihat pengemis memiliki mobil.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Herry Karnadi, kemudian memberikan penjelasan mengenai sosok pengemis itu.
• Dua Peringatan Dini di NTT Hari Ini! Waspadai Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Herry mengungkapkan bahwa Abah dan anaknya, Maman Hermawan, memang memiliki mobil dengan nomor polisi F 1663 NM.
"Iya benar, yang bersangkutan memiliki mobil," kata Herry saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/3/2019).
Menurut dia, pengemis yang biasa dipanggil Abah itu biasa mangkal di perempatan Yasmin sejak pukul 07.00 WIB.
Kemarin, Satpol PP menemui Abah namun tidak menindaknya. Akan tetapi, pada hari ini Abah terjerat penertiban.
"Hari ini, pukul 10.00 WIB dilakukan penertiban terhadap pengemis itu di warung dekat Masjid Baitur Ridwan. Terlihat juga mobil pengemis beserta sopir yang juga anak pengemis itu," ujar Herry.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Satpol PP Kota Bogor, Abah dan anaknya tinggal di Kampung Kalong Tonggoh, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Selain itu, di media sosial juga sempat disebutkan bahwa pengemis tersebut merupakan juragan angkutan kota (angkot) dan juga memiliki tiga istri.
Namun hingga saat ini informasi tersebut masih diselidiki dan akan didalami lagi oleh pihak Satpol PP Kota Bogor untuk didata. (Kompas.com)