Wisudawati ini Ternyata Hamil saat Upacara Penyerahan Ijazah di Kupang, Ini Ceritanya

Tak lama setelah itu, seorang mahasiswi berjalan lamban sembari memegangi perutnya. Ia sedang dalam kondisi hamil.

Wisudawati ini Ternyata Hamil saat Upacara Penyerahan Ijazah di Kupang, Ini Ceritanya
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Debora Tamu Ina, lulusan Universitas Terbuka sempat pingsan saat acara penyerahan ijazah sedang berlangsung di Hotel Milenium Kupang. Rabu (20/3/2019) 

"Bahu saya sakit sekali. Saya terpaksa tidak bisa masuk, hanya suami yang masuk, karena hanya satu orang saja pendamping yang bisa masuk," ungkapnya.

Ia mengatakan, anaknya yang menerima ijazah Universitas Terbuka bernama Asti Mela, putri bungsu dari lima bersaudara.

"Yah biar begini, sakit, kena panas angin tapi saya tetap semangat demi anak saya yang bungsu itu," ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya sangat bangga pada Asti. "Selama ini dia mengajar di sekolah di Oesao. Yah gajinya bisa bantu-bantu penuhi kebutuhan keluarga," ungkap Yuliana.

Usai acara penyerahan ijazah, wajah Urbanus Tanbae sumringah. Urbanus sudah 19 tahun mengajar di sebuah Sekolah Dasar Inpres Kalangmana Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sambil menjalani Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka.

Bagi Urbanus menjadi guru adalah panggilan hidup yang ia jalani dengan sepenuh hati dan bahagia. "Yah kalau kita mau jadi guru hanya untuk dapat gaji dan bisa hidup, kita tidak sepenuh hati mengabdi," ungkapnya kepada POS-KUPANG.COM, usai acara penerimaan ijazah.

Kendati sibuk mengajar siswa-siswi SDI Kamanglana, tidak membuat semangat kuliahnya kendor. Urbanus belajar lewat modul-modul yang diemin oleh pihak Universitas Terbuka Kupang.

Selain lewat modul, Urbanus juga mengakses lewat internet berbagai informasi dari Universitas dan bahan-bahan kuliah.

Apesnya di Kamanglana tidak bisa mengakses internet, maka Urbanus harus pergi ke Ibu Kota Kabupaten, Kalabahi. "Waduh kalau di kampung susah, jadi harus ke Kalabahi di sana baru kita buka internet," ungkap Urbanus.

Selain itu, kata Urbanus, di kampung, tempat ia mengajar masih kesulitan air bersih dan listrik. Namun ia senang karena semangat belahar anak didiknya sangat tinggi.

Halaman
1234
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved